Benjolan Di Payudara, Ganaskah ?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

182

Saat wanita memasuki masa pubertas atau diawal-awal usia 20an, sering merasakan atau meraba benjolan di payudara, biasanya kecil serta kenyal. Apakah itu tanda-tanda awal kanker payudara?

Berdasarkan statistik, dari total kasus benjolan di payudara 80% terindikasi tumor jinak, dan 30% dari tumor jinak tersebut adalah FAM (Fibroadenoma Mammae).

Apa itu FAM?

FAM merupakan benjolan di payudara yang berasal dari salah satu lobus, paling sering di lobus penghasil air susu ibu. Mengapa benjolan tersebut tumbuh? Penyebab utamanya masih belum diketahui, paling sering adalah sensivitas terhadap hormon estrogen, hormon yang dalam puncak-puncaknya saat masa pubertas. Tapi tidak menutup kemungkinan FAM terjadi juga pada wanita dewasa usia 40-50 tahun.

Dapatkah FAM berubah menjadi tumor yang ganas?

FAM sendiri terdiri dari berbagai tipe, tipe simpel, kompleks, dan juvenile. Secara penampakan klinis ketiga tipe ini memiliki karakteristik yang sama. Perbedaan mendasar ada pada struktur sel pembentuk FAM tersebut. 80 % kasus FAM merupakan tipe simpel. Sisanya kompleks dan juvenile. Untuk kedua tipe terakhir bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara.

Apa yang harus saya lakukan ?

Jika Anda menemukan benjolan di payudara Anda, baik nyeri ataupun tidak. Segeralah berkonsultasi ke layanan kesehatan terdekat. Baik dokter, bidan, ataupun tenaga kesehatan lainnya.

Anda akan menjalani 3 pemeriksaan utama :

  • Pemeriksaan fisik payudara
  • USG atau foto rontgen payudara
  • Pada kasus tertentu dilakukan pengambilan jaringan, atau prosedur FNAB (fine needle aspiration biopsy)

Sebagian besar kasus FAM dapat ditegakkan cukup dengan pemeriksaan fisik serta USG saja. Terutama jika pasiennya usia 20an. Pada pasien-pasien 40-50 tahun pada beberapa kasus diperlukan foto rontgen payudara atau yang sering disebut mammografi.

Rencana selanjutnya

Jika Anda sudah terdiagnosa FAM, tidak ada tindakan yang akan disarankan oleh dokter Anda. Terutama jika ukuran benjolannya dibawah 3cm. Anda akan diedukasi untuk lebih sering melakukan pemeriksaan payudara mandiri atau SADARI (periksa payudar sendiri). Jika terjadi penambahan ukuran benjolan di payudara Anda segeralah konsultasi kembali.

Kebanyakn FAM tidak bertambah ukurannya. Pada beberapa kasus akan hilang dengan sendirinya. Karena FAM erat sekali dengan hormon estrogen. Pada kondisi-kondisi tertentu seperti menstruasi, ibu menyusui atau terapi hormon ukurannya akan bertambah.

Tindakan bedah, perlukah?

Bedah merupakan tindakan utama dalam tatalaksana FAM, jika ukurannnya kecil operasi tidak akan memakan waktu yang lama. Meski demikian, karena FAM sangat erat hubungannya dengan hormon estrogen, bisa saja memunculkan benjolan FAM baru, setelah dilakukannya operasi. Namun apabila benjolan terasa mengganggu Anda, membuat Anda khawatir dan tidak percaya diri, dokter akan menganjurkan tindakan operasi, dengan masa rawat yang singkat.

Ingat, benjolan di payudara bisa jinak dan ganas. Jangan meremehkan apabila Anda merasakan adanya benjolan di payudara Anda. Segera lakukan pemeriksaan pada dokter untuk memastikan jenis benjolan di payudara yang Anda miliki. Sehingga tatalaksana yang sesuai dapat diberikan sejak dini. (BIL)

Kepustakaan

  1. https://breastcancercare.org.uk/information-support/have-i-got-breast-cancer/benign-breast-conditions/fibroadenoma
  2. https://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/38884/Chapter%20ll.;jsessionid=007D399C6CE468062C3D75F4E409A10E?sequence=3

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store