Berantas Tuberkolosis (TB)!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

615

Tuberkulosis Paru atau TB Paru masih menjadi masalah kesehatan yang memprihatinkan di dunia. Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dengan kasus TB terbanyak setelah India. Salah satu penyebab tingginya angka infeksi dan kematian ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala dan pengobatan tuberkulosis.

Tuberkulosis atau TB sendiri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, meski ada organ tubuh lain yang dapat terserang penyakit TB seperti tulang, kulit, kelenjar bahkan otak. Kuman TB ditularkan melalui percikan dahak dari penderita TB.

Beberapa orang yang memiliki faktor risiko tertular penyakit tuberkulosis antara lain :

  1. Orang yang tinggal dalam pemukiman padat penduduk serta lingkungan yang kurang bersih
  2. Para petugas medis yang sering berinteraksi dengan para penderita TB
  3. Usia lanjut dan anak-anak
  4. Orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti penderita HIV-AIDS, Diabetes Mellitus atau malnutrisi

Seseorang dapat dicurigai menderita penyakit tuberkulosis adalah bila memiliki gejala sebagai berikut.

  1. Batuk berdahak ≥ 3 minggu
  2. Batuk berdahak dengan atau tanpa darah
  3. Demam
  4. Keringat malam hari
  5. Sesak napas dan nyeri dada
  6. Nafsu makan menurun
  7. Penurunan berat badan

Sebelum dokter menentukan apakah anda terinfeksi penyakit tuberkulosis atau tidak, umumnya akan dilakukan pemeriksaan berupa pemeriksaan dahak, rontgen dada dan/atau uji kulit (tuberkulin). Pengambilan sampel dahak dilakukan sebanyak tiga kali yaitu saat datang pertama kali, esok paginya dan saat mengantarkan dahak pagi. Sedangkan uji tuberkulin adalah tes diagnostik TB untuk anak-anak, karena pada umumnya anak-anak belum tahu untuk mengeluarkan dahak.

Perlu diketahui bahwa penyakit ini dapat disembuhkan, namun kesembuhan ini memerlukan kepatuhan penderita dalam mengkonsumsi obat yang diberikan dokter. Apabila penderita tidak patuh pada pengobatan, kuman TB akan menjadi kebal terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Akibatnya, pengobatan akan lebih lama dan tenaga medis akan mempertimbangkan menambah atau mengganti obat tersebut. Selain pengobatan, penderita TB juga perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

  1. Minum obat teratur dan menggunakan masker
  2. Menutup mulut saat batuk
  3. Tidak membuang dahak sembarangan
  4. Tinggal dirumah dengan ventilasi dan pencahayaan sinar matahari yang bagus

Khusus untuk bayi, agar terhindari dari infeksi kuman TB, diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi BCG saat baru lahir dan paling lambat diberikan sebelum bayi berusia 3 bulan. Untuk orang dewasa lebih disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga rutin, menjaga asupan nutrisi yang adekuat dan berhenti merokok. Mari kita berantas TB mulai dari sekarang! (RH)

Daftar Pustaka:

  1. Herchline T E. Tuberculosis (TB). [Updated: 2017]. Available at https://emedicine.medscape.com/article/230802-overview
  2. World Health Organization. Global tuberculosis report 2016 [Internet]. 2016. Available from: http://www.who.int/tb/publications/global_report/en/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store