Berapa Banyak Gula Yang Boleh Saya Makan?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

114

Banyak orang menyukai rasa manis pada makanan dan minuman. Rasa manis ini dapat diperoleh dari gula. Gula merupakan karbohidrat yang dapat ditemukan hampir dalam semua makanan, baik secara alami terkandung ataupun sebagai tambahan pada makanan tersebut. Fungsi utama dari gula adalah menyediakan energi karena mengandung kalori. Bagaimanapun, konsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang memiliki berat badan lebih (overweight) atau bahkan menjadi obesitas. Orang dengan overwight dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan stroke. Lalu berapakah jumlah gula yang disarankan untuk dikonsumsi setiap harinya?

The American Heart Association (AHA) merekomendasikan tidak lebih dari 6 sendok teh (25 gram) tambahan gula setiap harinya untuk wanita dan 9 sendok teh (38 gram) untuk pria. AHA memberikan batasan lebih rendah untuk anak-anak, bergantung usia dan kebutuhan kalori sehari-harinya, yaitu sekitar 3 – 6 sendok teh (12 – 25 gram) setiap hari.

WHO sendiri merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula tidak lebih dari 10% total kalori yang dibutuhkan oleh orang dewasa setiap harinya, yang idealnya malah tidak lebih dari 5% total kalori yang dibutuhkan. Jumlah ini berkisar lebih kurang 30 gram gula tiap harinya untuk orang yang berusia diatas 11 tahun. Gula yang dimaksud oleh WHO disini adalah jenis monosakarida dan disakarida yang ditambahkan pada makanan dan minuman oleh produsen dan konsumen, serta gula yang secara alami pada madu, sirup, dan konsentrat jus buah.

Salah satu hal yang tidak kalah penting dalam upaya membatasi konsumsi gula adalah dengan melakukan pengecekan kandungan gula pada informasi nutrisi di label makanan. Gula terdiri dari banyak jenis sehingga memiliki nama yang berbeda-beda, diantaranya adalah glukosa, sukrosa, maltosa, corn syrup, madu, fruktosa, hydrolase starch, invert sugar, dan molasses. Memilih produk rendah gula atau bebas gula juga merupakan cara yang tepat dalam upaya pembatasan konsumsi gula.

Dalam hal membatasi konsumsi gula, mengganti minuman manis dan soda dengan air mineral, dan membiasakan konsumsi jus buah tanpa tambahan pemanis lagi sangat efektif untuk dilakukan. Memberikan jus buah dengan penambahan air juga dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi gula pada anak. Mulai membiasakan diri untuk mengurangi tambahan gula pada makanan atau minuman secara bertahap hingga tubuh terbiasa untuk tidak makan atau minum terlalu manis.

Konsumsi gula terlalu berlebihan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal tubuh. Konsumsi gula akan meningkatkan kadar glukosa, yaitu molekul gula paling sederhana, pada tubuh yang akan menyebabkan pankreas mengeluarkan hormone insulin. Semakin tinggi insulin, glukosa akan semakin banyak disimpan ditubuh dalam bentuk lemak. Hormon insulin juga mempengaruhi leptin, hormon yang dapat menekan rasa lapar dan memberikan sinyal rasa kenyang pada otak. Apabila kadar insulin dalam darah tidak seimbang disertai konsumsi berlebihan jenis tertentu, seperti fruktosa, akan mengakibatkan terjadinya resistensi leptin sehingga otak tidak lagi dapat mendengar sinyal dari hormon ini. Akibatnya, tubuh belum merasa kenyang dan menyebabkan berat badan terus bertambah. (ROU)

Sumber:

  1. https://nhs.uk/common-health-questions/food-and-diet/how-much-sugar-is-good-for-me/
  2. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/149782/9789241549028_eng.pdf;jsessionid=9DC4A876D7BFE4AC52B1EBD4AE874E5A?sequence=1
  3. https://sugarscience.ucsf.edu/the-growing-concern-of-overconsumption.html#.XBSAYRMzZQI

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store