BERAT ANAK TURUN DRASTIS, APA SEBABNYA?

4

Penurunan berat badan pada anak harus menjadi perhatian, karena dapat menjadi tanda bahaya kesehatan anak. Satu-satunya pengecualian adalah jika penurunan berat badan tersebut terjadi pada anak yang kelebihan berat badan, dan berada di bawah pengawasan dokter. Setiap penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya pada seorang anak perlu diperiksakan ke dokter.

Beberapa kondisi dapat menyebabkan penurunan berat badan pada anak. Secara umum, penurunan berat terjadi ketika anak tidak mendapatkan kalori yang cukup atau anak tersebut membakar lebih banyak kalori daripada biasanya karena penyakit atau alasan lain.

  1. Tuberkulosis (TB)

Kemungkinan terkena TB perlu dipertimbangkan jika penurunan berat badan pada anak disertai dengan batuk yang berkepanjangan, demam, keringat dingin malam hari, dan terutama jika terdapat orang lain yang memiliki gejala serupa di sekitar anak, atau pada anak dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Segera periksakan jika anak mengalami gejala tersebut, sehingga pemeriksaan dahak dapat segera dilakukan.

  • Diabetes Tipe 1

Pada anak yang menderita diabetes, keluhan penurunan berat badan juga akan disertai dengan frekuensi kencing yang sering (terutama malam hari), anak sering merasa haus, lapar, dan sering merasa lelah. Penyakit ini terutama perlu diwaspadai jika terdapat riwayat menderita diabetes pada anggota keluarga lain.

  • Masalah pencernaan

Penurunan berat badan pada anak dapat juga terjadi akibat adanya masalah pada pencernaan anak, seperti infeksi parasit, celiac disease, atau inflammatory bowel disease. Gejala seperti diare, nyeri perut, kembung, BAB berdarah, atau anemia mungkin juga didapatkan. Tetapi gejala tersebut terkadang tidak jelas, sehingga diperlukan pemeriksaan pemeriksaan penunjang lain.

  • Hipertirodisme

Hipertiroidisme terjadi ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi dalam darah. Karena fungsi hormon tiroid berguna untuk metabolisme, makan tingginya kadar hormon akan membakar kalori secara berlebihan dan menyebabkan penurunan berat badan. Pada hipertiroidisme akan terjadi juga gejala seperti rasa berdebar, tangan gemetar, pembesaran pada bagian depan leher, mata terlihat menonjol, kelelahan, tidak tahan terhadap cuaca panas dan keringat berlebih.

Jika masalah kesehatan lain tidak didapatkan, penurunan berat badan mungkin terjadi akibat ketidakseimbangan menu makanan yang dimakan. Porsi makan anak harus memenuhi bukan saja kebutuhan untuk energi hariannya, tetapi juga untuk pertumbuhan badannya. Selain itu, masalah gigi dan rasa nyeri di mulut dapat juga menyebabkan anak menjadi malas makan sehingga berat badannya turun. Menu makan seimbang terdiri atas:

  • ≥ 5 porsi sayuran dan atau buah-buahan per hari.
  • Makanan dasar karbohidrat, seperti nasi, kentang, dan mie.
  • Produk susu atau olahan susu.
  • Sumber protein, seperti ikan, ayam, telur, daging. Usahakan makan 2 porsi ikan setiap minggu; lebih baik satu di antaranya berminyak (seperti makarel atau salmon).
  • Minum banyak air, sekitar 6-8 gelas per hari.
  • Makanan yang mengadung lemak jenuh seperti fast food hanya boleh dimakan dalam jumlah sedikit. (BEL)

Sumber: