Berbagai Kondisi Kesehatan yang Berhubungan Dengan Migrain

159

Jika Anda merupakan salah satu dari penderita migrain, maka Anda mungkin sudah tahu bagaimana menderitanya serangan migrain itu. Akan tetapi, tidak hanya terasa sangat tidak mengenakkan, serangan migran ternyata juga dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit lain seperti di bawah ini.

 

Gangguan Depresi dan Gangguan Cemas

Hubungan antara migrain dan gangguan psikologis adalah hubungan timbal balik, di mana migrain dapat menjadi penyebab sekaligus akibat. Artinya seorang penderita gangguan jiwa dapat lebih sering mengalami serangan migrain. Akan tetapi, bila seorang penderita sering mengalami serangan migrain, maka kualitas hidupnya pun akan menjadi lebih rendah dan hal ini dapat memicu terjadinya depresi dan gangguan cemas karena terlalu mengkhawatirkan serangan migrain yang sering Anda alami.

Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita yang pernah mengalami serangan migrain memiliki resiko 36% lebih tinggi untuk mengalami gangguan depresi. Kabar baiknya adalah ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi depresi dan cemas juga dapat membantu mengatasi migrain.

 

Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah

Sekitar sepertiga penderita migrain mengalami aura sebelum mengalami sakit kepala. Beberapa penelitian menemukan bahwa mengalami migrain yang disertai dengan aura dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah seperti serangan jantung dan stroke.

Hingga saat ini para ahli masih belum yakin mengapa menderita migrain dengan aura dapat meningkatkan resiko terjadinya serangan jantung atau stroke, akan tetapi mereka menduga hal ini berhubungan dengan zat-zat kimia pro-radang yang dihasilkan saat seseorang mengalami serangan migrain.

Zat kimia pro-radang ini dapat merusak pembuluh darah, yang akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah, yang akan berujung pada terjadinya stroke atau serangan jantung.

Apakah mengatasi serangan migrain dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah? Para ahli masih tidak mengetahui hal ini secara pasti. Oleh karena itu, dianjurkan agar penderita migrain dengan aura juga memperhatikan berbagai faktor resiko stroke dan serangan jantung lainnya seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah, dan kadar gula darah.

Dianjurkan untuk menurunkan berat badan (bila perlu) dan berhenti merokok jika Anda merokok.

 

Obesitas

Beberapa penelitian menemukan bahwa penderita migrain biasanya juga memiliki berat badan berlebih. Serangan migrain juga dapat menjadi lebih sering dan lebih berat seiring dengan semakin bertambahnya berat badan penderita.

Hal ini mungkin berhubungan dengan proses peradangan yang terjadi di dalam tubuh. Baik migrain dan obesitas dapat memicu terjadinya proses peradangan di dalam tubuh.

 

Epilepsi

Karena migrain dan epilepsi sama-sama disebabkan oleh adanya stimulasi pada otak, maka seorang penderita migrain memiliki resiko 2x lebih tinggi untuk menderita epilepsi dan juga sebaliknya.

 

Alergi

Jika Anda menderita rhinitis alergi, maka resiko Anda untuk mengalami migrain juga akan meningkat. Hal ini dikarenakan saraf trigeminal yang ikut berperan dalam terjadinya migrain juga mempersarafi mukosa hidung.

 

Sumber: everydayhealth