Berbagai Risiko Masalah Kesehatan Yang Dihadapi Pekerja Shift Malam

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

79

Kebanyakan pekerja kantoran diwajibkan untuk bekerja dari pagi sampai sore. Di sisi lain, beberapa profesi mungkin menuntut pekerjanya untuk memiliki jam kerja yang terbalik dari malam hingga pagi. Misalnya saja dokter dan perawat jaga UGD, pilot dan pramugari, atau pramuniaga toko dan restoran 24 jam. Memiliki kerja dengan shift malam artinya Anda harus mau dan bisa tetap terjaga sepanjang malam. Tapi, tahukah Anda bahwa jadwal kerja shift juga sering dikaitkan dengan risiko masalah kesehatan serius? Simak artikel berikut!

Mengapa kerja shift malam meningkatkan risiko penyakit?

Kerja shift malam tentu akan mengubah rutinitas Anda. Waktu yang seharusnya Anda gunakan untuk beristirahat dan tidur, justru Anda pergunakan untuk bekerja dan bahkan makan. Sebaliknya, diwaktu tubuh seharusnya melakukan aktivitas penting seperti bergerak dan mencerna, Anda malah mempergunakannya untuk tidur.

Lama-lama rutinitas seperti ini akan membuat jam biologis tubuh jadi berantakan. Jam biologis atau jam sirkadian bekerja mengikuti segala perubahan aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam. Jam biologis seseorang menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh vital lainnya.

Dampak kesehatan jangka panjang dari shift kerja malam

  1. Penyakit kardiovaskular

Sebuah studi ulasan dari berbagai penelitian menemukan bahwa risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja shift malam tampak meningkat hingga 40 persen.

  1. Diabetes dan gangguan metabolik

Kerja shift menjadi faktor risiko dari diabetes. Salah satu penelitian menemukan bahwa pekerja shift memiliki risiko 50 persen lebih tinggi mengalami diabetes daripada pekerja harian. Risiko ini terjadi pada mereka yang bekerja shift selama 16 jam atau lebih.

  1. Obesitas

Ada beberapa kemungkinan alasan untuk hubungan antara obesitas dan kerja shift. Diet yang buruk dan kurang olahraga mungkin menjadi penyebabnya pertama, namun ketidakseimbangan hormon akibat ritme sirkadian yang berantakan tampaknya juga mengambil peran.

  1. Depresi dan gangguan suasana hati

Bekerja shift juga dapat memengaruhi kimia otak secara langsung. Satu penelitian melaporkan bahwa saat dibandingkan dengan pekerja harian, pekerja malam memiliki tingkat serotonin yang lebih rendah. Serotonin adalah zat kimia otak yang berperan dalam mengatur suasana hati agar bahagia, apabila kadar serotonin seseorang rendah, ia akan lebih mudah merasa sedih hingga mengalami depresi.

  1. Gangguan kesuburan dan kehamilan

Bekerja shift dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita. Satu penelitian mengamati pramugari, yang biasanya bekerja dalam shift. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pramugari yang bekerja shift lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan dengan pramugari yang bekerja dalam waktu normal.

  1. Kanker

Ada beberapa bukti, baik dari penelitian manusia dan hewan, bahwa kerja shift menimbulkan peningkatan risiko kanker. Hal ini terjadi karena waktu tidur tidak terjadi sesuai dengan ritme sirkardian yang menyebabkan tubuh tidak dapat melakukan perbaikan pada sel-sel yang rusak. Akibatnya sel yang rusak tetap bertumbuh dan menjadi kanker. (LM/STE)

Referensi

Shabrina, A. (2018). Kerja Shift Malam Tidak Baik Untuk Kesehatan, Mengapa?. Retrieved from https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/dampak-kerja-shift-malam/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store