Berhubungan Intim Setelah Caesar

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

292

Bunda, jika Anda melahirkan dengan proses caesar, Bunda mungkin bertanya-tanya kapan boleh berhubungan intim lagi dengan suami. Melahirkan dengan proses caesar memang tidak membuat vagina Anda terluka, namun pendarahan nifas tetap terjadi. Proses pemulihan melahirkan normal dan caesar tidak jauh berbeda. Tenang! Bunda tetap diperbolehkan melakukan hubungan seksual meski masih dalam proses pemulihan. Umumnya, dokter akan menyarankan hubungan seks kembali dilakukan sekitar 4-6 minggu setelah melahirkan, baik melahirkan normal atau caesar. Pada kisaran masa yang disarankan ini, leher rahim sudah kembali menutup dan perdarahan diharapkan sudah terhenti, sehingga tidak mengganggu kenyamanan saat melakukan hubungan.

Saat tubuh Bunda sudah mulai pulih pascaoperasi, sebaiknya Bunda dan suami memilih posisi seks yang tidak membebani bagian perut. Disarankan melakukan seks dengan posisi menyamping ataupun posisi yang melibatkan penetrasi dari belakang untuk menghindari kontak langsung dengan luka bekas operasi. Hal ini dimaksudkan agar tidak menyebabkan luka baru pada luka bekas operasi yang sedang dalam masa penyembuhan.

Selain itu, disarankan pula agar Bunda tidak menjadi motor dalam melakukan hubungan seksual. Dokter biasanya akan menyarankan agar suami Bunda yang lebih aktif selama hubungan seksual, khususnya setelah operasi caesar seperti ini. Mengapa? Ditakutkan, saat Bunda yang menjadi motor dan lebih aktif dalam proses berhubungan, gerakan-gerakan yang berlebihan dapat menyebabkan luka baru pada luka bekas operasi yang ada di perut Bunda.

Pascaoperasi akan terjadi perubahan keseimbangan hormonal yang menyebabkan vagina terasa kering karena produksi secret lubrikasi berkurang. Hal ini tentunya akan sedikit mengurangi kenikmatan saat berhubungan. Nah untuk menanggulangi masalah ini, sebaiknya Bunda dan suami melakukan pemanasan sebelum mulai berhubungan seperti berciuman, memeluk, meraba, atau hal lain yang mampu membangkitkan gairah seksual.

Saat berhubungan intim, sebaiknya Bunda memberitahu apa yang Bunda rasakan ketika melakukan hubungan seks. Hal ini dilakukan agar suami Bunda mengetahui apa yang Bunda rasakan dan bersama-sama mencari posisi nyaman dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

Setelah melahirkan dan dalam masa memberikan ASI ekslusif, secara normal hormon dalam tubuh Bunda dapat mencegah kehamilan, meski berhubungan seksual. Namun, alangkah baiknya agar Bunda dan suami menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai dengan pilihan, untuk mencegah terjadinya kehamilan. Bukan berarti menolak rejeki, akan tetapi mengantisipasi jarak antar dua anak yang terlalu dekat, sehingga dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak nantinya. Selain itu, kehamilan baru yang terjadi terlalu dekat dengan pasca operasi caesar berpotensi lebih besar mengalami kelainan kehamilan, mulai dari kehamilan di luar rahim, perlekatan ari-ari yang tidak pada tempatnya, hingga tidak dapat melekatnya ari-ari secara maksimal pada rahim yang dapat menyebabkan keguguran.

Jika Bunda merasakan nyeri yang berkepanjangan, mengalami pendarahan yang tidak normal, serta merasa mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik saat atau setelah berhubungan seksual pasca operasi caesar, sebaiknya segera konsultasikan keluhan Bunda kedokter kandungan untuk penanganan lebih lanjut. (RA/STE)

Daftar Pustaka

  1. https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/berhubungan-seksual-pasca-operasi-caesar/
  2. http://operasisesar.com/berhubungan-setelah-operasi-sesar/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store