Berhubungan Seksual dan Penularan Hepatitis

89

1. Stress

Str

Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis, baik A, B, C, D, dan E. Virus yang umum ditemukan adalah virus hepatitis A, B, dan C. Penularan hepatitis biasanya terjadi melalui makanan, jarum suntik, dan darah. Akan tetapi, hubungan seksual ternyata juga dapat menularkan penyakit ini.

 

Hepatitis A

Penularan hepatitis A biasanya terjadi melalui kontak fekal oral, di mana tinja orang yang terinfeksi kemudian termakan oleh orang lainnya. Bahkan jumlah virus yang sangat sedikit juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi.

 

Hepatitis B

Virus hepatitis B lebih mudah ditularkan melalui hubungan seksual daripada virus HIV. Virus hepatitis B dapat ditemukan pada cairan vagina, air liur, dan air mani. Seks oral ataupun seks anal merupakan salah satu cara penularan virus hepatitis B melalui hubungan seksual.

Akan tetapi, virus hepatitis B tidak dapat ditularkan melalui berpegangan tangan atau bersentuhan atau berpelukan dengan penderita. Penularan melalui ciuman mungkin dapat terjadi karena virus terdapat dalam air liur, terutama bila pasangan penderita memiliki luka pada mulutnya.

Resiko terinfeksi hepatitis B semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya pasangan seksual anda. Oleh karena itu, hindarilah berganti-ganti pasangan seksual untuk mencegah tertular virus hepatitis B ini.

 

Hepatitis C

Penularan hepatitis C terjadi melalui kontak dengan darah penderita, yang mungkin terjadi saat berhubungan seksual melalui luka pada kemaluan atau menstruasi. Hepatitis C lebih sering ditemukan pada orang yang memiliki riwayat penyakit seksual, berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial, berhubungan seksual dengan lebih dari 5 orang dalam satu tahunnya, atau kombinasi berbagai hal di atas.

Akan tetapi, bila anda hanya memiliki satu pasangan seksual dan pasangan anda terinfeksi virus hepatitis C, jarang sekali terjadi penularan (hanya sekitar 2%). Tidak ada vaksin bagi hepatitis C.

 

Apakah Pria dan Wanita Memiliki Resiko yang Sama ?

Resiko terkena hepatitis tergantung pada perilaku seseorang, bukan pada jenis kelaminnya, walaupun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria lebih mudah menularkanvirus hepatitis C pada wanita daripada sebaliknya.

Pria homoseksual memiliki resiko 10-15 kali lebih tinggi terinfeksi hepatitis B daripada pria heteroseksual.

 

Apakah Pasangan Saya Menderita Hepatitis ?

Seorang penderita hepatitis biasanya tidak menunjukkan gejala tertentu, terutama bila penyakit masih berada pada tahap awal, bahkan beberapa penderita hepatitis tetap terlihat sehat walaupun penyakit telah berada pada stadium lanjut.

Beberapa gejala hepatitis yang biasa ditemukan adalah:

  • Jaundice (kulit atau bagian putih mata berwarna kekuningan)
  • Demam
  • Rasa lelah
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri sendi
  • Nyeri perut
  • Perubahan warna tinja (tinja berwarna seperti dempul)

Pemeriksaan darah biasanya dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita hepatitis atau tidak. Hepatitis dapat menular melalui hubungan seksual.

 

Anal Seks dan Hepatitis

Setiap aktivitas seksual yang menyebabkan terjadinya luka atau trauma kulit lainnya sangat beresiko bagi penularan hepatitis. Anal seks memiliki resiko penularan hepatitis yang lebih tinggi daripada  seks melalui vagina.

Untuk meminimalkan resiko tertular virus hepatitis, para ahli menyarankan penggunaan kondom setiap kali anda berhubungan seksual, terutama bila anda sering berganti-ganti pasangan seksual.

Kondom berbahan lateks memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk mencegah penularan hepatitis (99%). Gunakanlah kondom tanpa perasa tambahan, karena kondom dengan perasa atau pewangi tambahan lebih mudah robek. Selain itu, jangan menggunakan pelumas vagina berbahan dasar minyak, karena dapat merusak lateks.