Bolehkah Bayi di”Bedong”?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

394

Sudah menjadi budaya di Indonesia bahwa setelah proses kelahiran pasti ibu merasa letih. Biasanya tugas merawat bayi kemudian diambil alih oleh neneknya. Salah satu yang sering dilakukan oleh orang tua kita adalah “bedong bayi”, si kecil akan dibungkus dalam selembar kain sedemikian ketatnya sehingga bayi tidak bisa bebas bergerak dan hingga hanya terlihat kepalanya. Di beberapa wilayah di Indonesia membedong bayi dianggap sebagai sesuatu yang wajib dilakukan pada bayi baru lahir. Banyak yang masih menganggap jika bayi yang tidak dibedong akan memiliki kaki yang bengkok berbentuk seperti huruf “O”. Bahkan, ada mitos yang menyatakan jika anak tidak dibedong sewaktu bayi maka saat besar akan menjadi anak yang nakal. Sebagai generasi yang hidup di zaman kekinian, kita pasti bertanya-tanya, apakah benar bayi baru lahir harus dibedong? Yuk kita simak artikel di bawah ini!

Membedong dapat menjadi cara yang bermanfaat untuk menenangkan bayi ketika mereka rewel dan sulit tidur. Teknik membungkus bayi seperti ini menjadikan si kecil dapat merasa seperti di dalam rahim, yaitu lingkungan yang familiar untuknya. Selain itu bedong juga dapat mengurangi refleks kaget pada bayi yang bisa membangunkan tidurnya. Namun kita harus berhati-hati jika membedong bayi terlalu ketat atau menggunakan kain lampin yang membuat gerah, serta tidak memperhatikan kondisi bayi ketika dibedong justru dapat mendatangkan bahaya. Misalnya seperti dibawah ini:

  1. Displasi Pangul

Jangan membdeong bayi terlalu erat karena dikhawatirkan dapat berdampak kepada perkembangan dan pergerakannya di kemudian hari. Jadi, ketika membedong bayi berikan ruang gerak pada kakinya agar panggulnya bisa bergerak bebas seperti menggerakkan kaki naik turun. Jika bedong terlalu ketat dengan kaki dirapatkan dan diluruskan, maka kemungkinan bayi mengalami masalah dengan panggul, seperti kondisi tulang-tulang panggul yang tidak sejajar satu sama lain.

  1. Infeksi Pernapasan

Membedong bayi terlalu ketat juga bsa membuat di kecil berisiko kepanasan dan mengalami infeksi pernapasan.

  1. Sindrom Kematian Mendadak Pada Bayi (SIDS)

SIDS sering terjadi saat bayi sedang tidur. Risiko SIDS tampak meningkat pada bayi yang dibedong lalu ditempatkan pada posisi telungkup atau menyamping.

Demikian beberapa efek yang berbahaya jika bayi dibedong. Pada dasarnya membedong bayi yang baru lahir boleh saja, tetapi perlu memperhatikan cara bedong yang benar dan selama dibedong bayi harus terus diawasi oleh orang tuanya. (EDA/CM)

Sumber :

  1. 7 Manfaat Bedong Bayi dan Bahaya Jika Salah Menggunakannya. http://caramanjur.com/manfaat-bahaya-bedong-bayi/
  2. Perlukah Bayi Dibedong? Ternyata Ini Fakto dan Mitosnya. https://mamapapa.id/bedong-perlukah-untuk-bayi/
  3. Benarkah Bedong Buruk Bagi Postur Tubuh Bayi? http://doktersehat.com/benarkah-bedong-buruk-bagi-postur-tubuh-bayi/
  4. Hati-hati, Inilah Bahayanya Menbedong Bayi. https://www.alodokter.com/hati-hati-inilah-bahayanya-membedong-bayi

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store