Buang Air Besar Berdarah: Waspadai Kanker Usus

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

221

Buang air besar (BAB) berdarah merupakan hal yang sering dialami pada masyarakat, meskipun begitu menurut penelitian hanya sepertiga penderita saja yang berobat atau melakukan konsultasi ke dokter. Kebanyakan menganggap bahwa BAB berdarah hanyalah hal biasa dikarenakan penyakit wasir atau dalam istilah medis disebut sebagai hemoroid, padahal BAB berdarah juga dapat merupakan gejala dari kanker usus.

Menurut American Cancer Society kanker usus merupakan kanker terbanyak nomor tiga dan merupakan kanker penyebab kematian kedua di Amerika Serikat. Secara keseluruhan risiko untuk mendapatkan kanker usus adalah 5% atau tiap 1 orang dalam 20 orang. Dari data Globocan 2012, didapatkan bahwa di Indonesia pada setiap 100.000 penduduk usia dewasa maka 13 orang diantaranya menderita kanker usus.

Beberapa gejala yang sering muncul pada penderita dengan kanker usus adalah BAB berdarah, perubahan pola BAB seperti diare atau sembelit atau perubahan konsistensi kotoran selama 4 minggu atau lebih, rasa tidak nyaman pada perut seperti kembung atau nyeri secara terus menerus, serta rasa tidak tuntas setelah BAB. Sama halnya dengan kanker lainnya, pada penderita kanker usus biasanya juga didapatkan tubuh lemas tidak bertenaga dan penurunan berat badan yang drastis dalam waktu yang relatif singkat.

Adanya BAB berdarah tidak dapat dianggap sepele, terlebih apabila disertai dengan gejala yang telah disebutkan di atas, sehingga janganlah ragu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat untuk memastikan gejala tersebut mengarah ke kanker usus atau ke penyakit lainnya, seperti wasir.

Kanker usus merupakan penyakit multifaktorial yang berarti penyebab terjadinya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, namun secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan serta genetik. Faktor yang menyebabkan risiko terjadinya kanker usus dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan dapat diubah. Faktor yang tidak dapat diubah diantaranya adalah adanya riwayat polip adenoma yang pernah dialami serta riwayat keluarga dengan kanker usus atau kanker yang lain, sementara faktor yang dapat diubah seperti aktivitas tubuh yang tidak aktif, obesitas, merokok, konsumsi tinggi daging merah, dan konsumsi alkohol sedang atau sering. Oleh karena itu, sasaran dari tindakan pencegahan atau setidaknya untuk mengurangi risiko terjadinya kanker usus adalah faktor risiko yang dapat diubah seperti yang telah disebutkan diatas. Berikut merupakan upaya dalam mencegah terjadinya kanker usus:

  1. Melakukan olahraga rutin seperti berjalan cepat sekitar 30 menit selama 5 hari atau lebih setiap minggu.
  2. Membatasi konsumsi daging merah dan/atau daging hasil proses yang dimasak dengan temperatur tinggi dengan waktu lama.
  3. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
  4. Tidak merokok dan meminum alkohol.

Perlu diketahui bahwa deteksi dini kanker usus sangat penting dalam menentukan tingkat keberhasilan terapi karena semakin awal ditemukan maka semakin cepat dilakukan pengobatan sehingga sel kanker belum sempat untuk menyebar ke organ lain. Oleh karena itu, apabila didapatkan keluhan BAB berdarah ataupun keluhan lain yang mengarah ke kanker usus maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter terdekat. Salam sehat! (IFT)

Referensi:

  1. Eslick GD, Kalantar JS, Talley NJ. 2009. Rectal Bleeding: Epidemiology, Associated Factors, and Health Care Seeking Behaviour: A Population-Based Study. Colorectal Dis. Vol 11 (9):921-926
  2. Dragovich T. 2018. Colon Cancer Clinical Presentation. Medscape
  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Kanker Kolorektal.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store