Campak jerman; diam-diam menyebabkan kecacatan!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

195

Akhir-akhir ini campak jerman sangat ramai dibicarakan. Terutama mengenai vaksin campak jerman yang kontroversial, karena ada pihak-pihak yang tidak mau dirinya atau anaknya mendapatkan vaksin ini. Sebenarnya apa sih campak jerman itu? Simak artikel berikut!

Campak jerman atau dalam bahasa medis disebut sebagai Rubella, merupakan infeksi menular akibat virus. Campak jerman biasanya menyebabkan gejala yang ringan seperti demam, batuk pilek, dan kemerahan pada tubuh. Akan tetapi, apabila campak jerman ini menginfeksi ibu hamil, janin yang dikandungnya dapat mengalami kematian atau keguguran atau lahir dengan cacat bawaan. Apakah benar seserius itu?

Ya, campak jerman yang menginfeksi ibu hamil, biasanya tidak menyebabkan gejala pada sang ibu, karena sistem pertahan ibu yang baik dan cukup kuat untuk melawan virus penyebab campak jerman ini. Akan tetapi, virus campak jerman dapat menular dari ibu ke janin, melalui peredaran darah. Janin yang belum memiliki sistem pertahan tubuh, dapat mengalami kematian atau keguguran dan kelainan bawaan seperti ketulian, kebutaan, lubang pada jantung atau jantung bocor, gagal hati, kelemahan otot, keterlambatan perkembangan, dan masih banyak lagi.

Gejala yang dapat terjadi apabila seseorang terinfeksi campak jerman adalah:

  • Demam sumer, tidak terlalu tinggi
  • Kemerahan, diawali dengan kemerahan pada wajah dan menyebar hingga keseluruh tubuh. Biasanya ruam muncul pada hari kedua hingga ketiga setelah demam
  • Pembesaran kelenjar limfa di leher atau selangkang
  • Batuk, pilek. Bisa disertai dengan hidung berair, bersin-bersin, gatal, dan kemerahan.
  • Nyeri pada sendi, terutama pada perempuan muda.
  • Pada penderita dengan sistem pertahanan tubuh yang lemah dapat menyebabkan infeksi pada otak yang ditandai dengan penurunan kesadaran
  • Dapat pula disertai dengan mimisan, gusi berdarah, atau masalah perdarahan lainnya.

Tidak jarang, seseorang yang terinfeksi campak jerman tidak merasakan gejala apapun. Bahkan separuh penderita campak jerman, yang telah dibuktikan dengan tes laboratorium, tidak merasakan gejala apapun. Yang lebih menakutkan, siapapun yang terinfeksi campak jerman, baik dengan gejala ataupun tanpa gejala, dapat menularkan infeksi ini kepada orang lain melalui droplet atau air liur. Droplet ini keluar setiap kali kita berbicara, semakin banyak saat kita batuk ataupun bersin. Penularan ini dapat terjadi sejak 7 hari sebelum dan sesudah ruam muncul.

Lalu, bagaimana saya dapat mencegah campak jerman?

  • Vaksin

Vaksin campak atau MMR (measles-mumps-rubella) merupakan vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena 3 penyakit sekaligus yaitu cacar, campak, dan gondong. Selain mencegah dari terjadinya infeksi MMR termasuk campak jerman, vaksin ini juga mampu mencegah terjadinya komplikasi dari penyakit ini apabila infeksi campak jerman tetap terjadi. Terlebih, dengan vaksin ini, kita juga mendapat perlindungan dari potensi menyebarkan virus campak jerman ini ke orang lain, terutama ke ibu hamil di sekitar kita. Vaksin ini biasanya diberikan pertama kali saat anak masih berusia 9 bulan di posyandu, puskesmas, atau di sarana kesehatan lainnya. Suntikan kedua booster diberikan pada saat anak kelas 1 SD atau usia 7 tahun. Dapat pula diberikan lebih awal saat anak berusia 5 tahun. Dengan dua kali suntikan anak akan mendapat perlindungan hingga ia berusia 15 tahun. Setelah usia 15 tahun atau sebelum menikah, seseorang biasanya dianjurkan untuk mendapatkan vaksin tambahan untuk mencegah infeksi MMR pada janin yang berakibat fatal.

  • Isolasi

Saat seseorang terinfeksi campak jerman, tidak ada pengobatan spesifik untuk penyakit ini. Yang dapat dilakukan adalah istirahat yang cukup serta konsumsi makanan dan minuman yang bergizi agar sistem pertahanan tubuh menjadi kuat untuk membasmi virus penyebab campak jerman. Selain itu, perlu dilakukan isolasi untuk sementara waktu, agar penderita campak jerman tidak menularkan virus ini kepada orang lain. Isolasi perlu dilakukan selama 7 hari sebelum dan sesudah ruam muncul, atau 7 hari sebelum ruam muncul hingga seluruh ruam menjadi kering. Apabila tidak dapat dilakukan isolasi, istirahat di rumah, dan penderita campak jerman harus keluar, maka kenakanlah pakaian lengan panjang, dengan bawahan yang juga panjang, untuk menutup ruam di seluruh tubuh. Kenakan juga kaos kaki, sarung tangan, dan alas kaki yang tertutup. Yang tak kalah penting adalah menggunakan masker untuk mencegah penularan melalui droplet.

Apabila Anda, anak Anda, atau orang-orang terdekat Anda belum mendapat vaksinasi MMR, segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perlindungan segera. Vaksinasi hanya akan mampu menghilangkan penyakitnya secara keseluruhan, melindungi penyebaran infeksi secara total, apabila vaksinasi mencapai 80% dari total populasi. Artinya, 80% penduduk harus mendapatkan vaksin agar perlindungan dari campak jerman dapat terjadi secara optimal. Ingat, vaksin MMR tidak hanya penting untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang lain! (STE)

Sumber:

www.cdc.gov/vaccines/parents/diseases/child/rubella.html

www.cdc.gov/rubella/about/index.html


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store