CARA TEPAT ATASI JET LAG

12

Jet lag dikenal sebagai sindrom zona waktu atau circadian desynchrony, yang merupakan gangguan akibat perpindahan zona waktu yang terjadi secara cepat. Semakin jauh perbedaan zona waktu dan semakin cepat  waktu perpindahannya, semakin berat gejala jet lag yang dialami.

Gejala jet lag dipengaruhi seberapa jauh seseorang melintasi zona waktu dan seberapa cepat kemampuan adaptasi orang tersebut. Berikut ini gejala jet lag yang sering dialami, yaitu:

  • Gangguan siklus tidur. Penderita merasa mengantuk di siang hari dan terjaga di malam hari, atau tidur lebih awal dari biasanya dan terbangun lebih cepat.
  • Gangguan konsentrasi.
  • Sakit kepala.
  • Tidak enak badan dan merasa kelelahan.
  • Nafsu makan yang menurun, dan pola makan yang tidak teratur.

Jet lag merupakan kondisi yang bisa membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Beberapa hal yang dapat membantu mengurangi kondisi jet lag, antara lain:

  • Tetap beraktivitas di siang hari walapun tubuh terasa lelah.
  • Paksakan diri untuk tidur di malam hari waktu setempat.
  • Atur pencahayaan, jaga ruangan tetap terang di siang hari dan gelap di malam hari.
  • Sesuaikan jadwal makan dengan waktu di daerah setempat.

Apabila gejala tidak membaik, segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter. Beberapa terapi yang dapat dianjurkan, antara lain:

  • Terapi cahaya

Mereka yang sering bepergian dan jarang terpapar cahaya matahari dapat melakukan terapi cahaya dengan cara memaparkan cahaya artifisial ke mata dalam waktu yang sudah ditentukan pada siang hari.

  • Melatonin

Pada tubuh manusia, peningkatan produksi melatonin dan penurunan temperatur memberikan sinyal bagi tubuh untuk tidur, sedangkan penurunan melatonin salah satunya dipengaruhi oleh paparan cahaya matahari memberikan sinyal bagi tubuh untuk terbangun. Pemberian melatonin di sore sampai malam hari dapat membantu tubuh untuk tertidur.

  • Obat tidur

Pemberian obat tidur bisa menjadi alternatif pengobatan jet lag, terutama untuk mengatasi insomnia. Namun, belum diketahui apakah obat tidur juga dapat memperbaiki gejala di siang hari seperti mengantuk, gangguan konsentrasi, dan lainnya. Perlu dipertimbangkan efek samping dari pemberian obat tidur.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah jet lag, yaitu:

  • Perbanyak minum

Udara kering di dalam pesawat dapat menyebabkan dehidrasi dan berkontribusi terhadap kelelahan. Hindari minum alkohol atau kafein karena dapat menyebabkan dehidrasi dan perubahan pola tidur.

  • Sesuaikan pencahayaan

Apabila tiba di tempat tujuan Anda saat waktu setempat sudah malam hari, usahakan hindari paparan cahaya selama perjalanan dengan menggunakan penutup mata. Kebalikannya, apabila Anda akan tiba di negara tujuan saat waktu masih siang hari, usahakan Anda mendapat paparan cahaya yang cukup sepanjang perjalanan.

  • Ubah jadwal makan dan tidur

Beberapa hari sebelum perjalanan, usahakan untuk menyesuaikan jadwal makan dan tidur Anda sedekat mungkin dengan waktu makan dan tidur di tempat tujuan.

  • Istirahat yang cukup dan hindari stress yang berlebihan

Pastikan Anda mendapat tidur yang cukup dan tidak stress dalam perjalanan. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan yang akan memperburuk gejala jet lag. (RD)

Sumber:

  1. Arendt J. Managing jet lag: Some of the problems and possible new solutions. Sleep Medicine Reviews. 2008.
  2. BMJ. Jet Lag in Adults. BMJ Publishing Group. 2015