Cedera Kepala Berat

33

Cedera kepala berat adalah istilah medis
untuk mengkategorikan kondisi yang parah pada cedera kepala. Tingkat
kesadaran dinilai dari skor Glasgow Coma Scale (GCS), dengan nilai
terendah 3 dan nilai tertinggi 15. Seseorang dikatakan mengalami cedera kepala
berat bila memiliki nilai GCS dibawah 8. Penilaian kesadaran berdasarkan GCS
dilihat dari seberapa mudah penderita membuka mata, gerakan fisik yang
dilakukan, dan isi pembicaraan dari penderita.

Cedera kepala sendiri merupakan perlukaan
pada kepala yang mengakibatkan terganggunya fungsi otak akibat pukulan atau
sentakan keras ke kepala. Kondisi cedera kepala harus segera mendapatkan
penanganan medis karena dapat menyebabkan perdarahan, robeknya jaringan, atau
bahkan kematian.

Cedera kepala berat memiliki beragam
gejala yang memengaruhi fisik maupun psikologi penderitanya. Gejala-gejala
tersebut meliputi:

  • Sulit
    berbicara.
  • Memar
    dan bengkak di sekitar kedua mata atau di sekitar telinga.
  • Gangguan
    pada pancaindra, seperti kehilangan pendengaran atau mengalami penglihatan
    ganda.
  • Muntah
    terus-menerus dan menyebur.
  • Keluar
    darah atau cairan bening dari telinga atau hidung.
  • Disorientasi
    atau tidak dapat mengenali waktu, tempat, dan orang.
  • Kejang.
  • Kehilangan
    kesadaran.
  • Amnesia.

Sebagai langkah awal, dokter akan
memastikan bahwa pasien dalam kondisi stabil, yang dilihat dari pernapasan,
denyut jantung, dan tekanan darah. Kemudian, dokter akan menanyakan beberapa
hal terkait gejala, kondisi, serta penyebab cedera kepala. Dokter juga akan
melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk
memastikan kondisi yang dialami pasien apakah ada kemungkinan perdarahan,
pembekuan darah ataupun pembengkakan pada jaringan otak.

Penderita dengan cedera kepala berat
menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit untuk menurunkan risiko
komplikasi. Beberapa tahapan pengobatan terhadap cedera kepala berat meliputi
penanganan awal, observasi dan pembedahan. Penanganan awal dan observasi dilakukan
untuk mengatasi secepat mungkin kondisi gawat darurat agar memperoleh kondisi
yang stabil. Pembedahan dilakukan sesuai dengan indikasi medis yang dibuktikan
lewat pemeriksaan CT scan atau MRI.

Cedera kepala berat dapat berakibat fatal
dan menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi cedera kepala berat yang
mungkin terjadi, seperti risiko infeksi menjadi semakin tinggi, terjadi
gangguan kesadaran, dan mengalami gejalan pasca geger otak contohnya sakit
kepala terus-menerus, gangguan tidur ataupun gangguan memori.

Cedera kepala berat cenderung terjadi
secara tiba-tiba. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi
risiko cedera kepala, antara lain:

  • Gunakan
    perlengkapan yang aman ketika beraktivitas atau berolahraga.
  • Pastikan
    rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan jatuh, seperti
    barang yang berserakan di lantai atau karpet yang licin.
  • Pastikan
    rumah aman untuk anak-anak dan pastikan jendela atau balkon tidak
    terjangkau oleh anak-anak.
  • Selalu
    gunakan helm ketika mengendarai motor dan pasanglah selalu sabuk pengaman
    ketika mengendarai mobil. (REG/STE)

Sumber:

  1. NHS Choices UK. Health A-Z. Severe Head
    Injury. 2016
  2. Mayo Clinic. Diseases and Conditions.
    Traumatic Brain Injury. 2018