Cedera Kepala Berat

51

Cedera kepala berat adalah istilah medis untuk mengkategorikan kondisi yang parah pada cedera kepala. Tingkat kesadaran dinilai dari skor Glasgow Coma Scale (GCS), dengan nilai terendah 3 dan nilai tertinggi 15. Seseorang dikatakan mengalami cedera kepala berat bila memiliki nilai GCS dibawah 8. Penilaian kesadaran berdasarkan GCS dilihat dari seberapa mudah penderita membuka mata, gerakan fisik yang dilakukan, dan isi pembicaraan dari penderita.

Cedera kepala sendiri merupakan perlukaan pada kepala yang mengakibatkan terganggunya fungsi otak akibat pukulan atau sentakan keras ke kepala. Kondisi cedera kepala harus segera mendapatkan penanganan medis karena dapat menyebabkan perdarahan, robeknya jaringan, atau bahkan kematian.

Cedera kepala berat memiliki beragam gejala yang memengaruhi fisik maupun psikologi penderitanya. Gejala-gejala tersebut meliputi:

  • Sulit berbicara.
  • Memar dan bengkak di sekitar kedua mata atau di sekitar telinga.
  • Gangguan pada pancaindra, seperti kehilangan pendengaran atau mengalami penglihatan ganda.
  • Muntah terus-menerus dan menyebur.
  • Keluar darah atau cairan bening dari telinga atau hidung.
  • Disorientasi atau tidak dapat mengenali waktu, tempat, dan orang.
  • Kejang.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Amnesia.

Sebagai langkah awal, dokter akan memastikan bahwa pasien dalam kondisi stabil, yang dilihat dari pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah. Kemudian, dokter akan menanyakan beberapa hal terkait gejala, kondisi, serta penyebab cedera kepala. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk memastikan kondisi yang dialami pasien apakah ada kemungkinan perdarahan, pembekuan darah ataupun pembengkakan pada jaringan otak.

Penderita dengan cedera kepala berat menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit untuk menurunkan risiko komplikasi. Beberapa tahapan pengobatan terhadap cedera kepala berat meliputi penanganan awal, observasi dan pembedahan. Penanganan awal dan observasi dilakukan untuk mengatasi secepat mungkin kondisi gawat darurat agar memperoleh kondisi yang stabil. Pembedahan dilakukan sesuai dengan indikasi medis yang dibuktikan lewat pemeriksaan CT scan atau MRI.

Cedera kepala berat dapat berakibat fatal dan menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi cedera kepala berat yang mungkin terjadi, seperti risiko infeksi menjadi semakin tinggi, terjadi gangguan kesadaran, dan mengalami gejalan pasca geger otak contohnya sakit kepala terus-menerus, gangguan tidur ataupun gangguan memori.

Cedera kepala berat cenderung terjadi secara tiba-tiba. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera kepala, antara lain:

  • Gunakan perlengkapan yang aman ketika beraktivitas atau berolahraga.
  • Pastikan rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan jatuh, seperti barang yang berserakan di lantai atau karpet yang licin.
  • Pastikan rumah aman untuk anak-anak dan pastikan jendela atau balkon tidak terjangkau oleh anak-anak.
  • Selalu gunakan helm ketika mengendarai motor dan pasanglah selalu sabuk pengaman ketika mengendarai mobil. (REG/STE)


Sumber:

  1. NHS Choices UK. Health A-Z. Severe Head Injury. 2016
  2. Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Traumatic Brain Injury. 2018