Cegah Kehamilan Dengan Alat Kontrasepsi Darurat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

162

Kontrasepsi adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Ada berbagai jenis kontrasepsi, masing-masing dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing. Walaupun berbagai macam alat kontrasepsi ini sudah banyak dikenal oleh orang banyak, kadang kala masih ada juga pasangan suami istri yang lupa atau mengalami gangguan dengan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual.

Penggunaan alat-alat kontrasepsi, seperti kondom, pil KB, atau implan KB dapat diandalkan untuk mencegah kehamilan. Namun, jika Anda berhubungan seksual tanpa pengaman atau ketika alat kontrasepsi tidak berfungsi dengan baik, misalnya kondom mengalami selip atau bocor, terlambat meminum pil KB dari batas waktu yang dianjurkan, dan lupa memasang pengaman implan KB secara rutin dan tepat, maka diperlukan suatu alat kontrasepsi darurat untuk bisa mencegah kehamilan.

APA ITU KONTRASEPSI DARURAT?

Kontrasepsi darurat (kondar) adalah pil KB yang diminum setelah Anda berhubungan seks. Pil yang juga disebut sebagai morning-after pill ini diminum oleh pihak wanita sedini mungkin yaitu 72 – 120 jam sesudah hubungan seksual tanpa pelindung. Perlu diketahui bahwa efektivitas pil kontrasepsi darurat berkurang seiring bertambahnya jarak waktu antara hubungan seksual tanpa pelindung terakhir dan waktu meminum pil kontrasepsi darurat.

Di beberapa negara maju termasuk Amerika Serikat, penggunaan kontrasepsi darurat untuk mencegah terjadinya kehamilan sama populernya dengan kondom. Dibandingkan pil KB, kontrasepsi darurat lebih disukai karena tidak harus dikonsumsi secara rutin meski sama-sama berisi hormon progestin (levonogestrel). Fungsi hormon levonogestrel dalam kontrasepsi darurat adalah mencegah kehamilan dengan menghalangi proses pelepasan sel telur. Umumnya dipakai oleh pasangan yang hanya sesekali saja berhubungan seks, sehingga tidak butuh efek perlindungan jangka panjang.

KAPAN KONTRASEPSI DARURAT DIGUNAKAN?

Meski bermanfaat dalam mencegah kehamilan, pil kontrasepsi darurat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin. Pil ini hanya dapat digunakan dalam kondisi darurat setelah berhubungan intim seperti:

  1. Pasangan yang sedang berhubungan intim namun kondomnya mengalami kebocoran atau terlepas.
  2. Wanita yang lupa mengonsumsi pil KB setelah tiga hari berturut-turut.
  3. Lupa atau terlambat jadwal suntik KB
  4. Tidak menggunakan alat kontrasepsi sama sekali.
  5. Penggunaan kontrasepsi yang tidak tepat.
  6. Salah perhitungan tanggal masa subur.
  7. Wanita korban pemerkosaan

APA SAJA EFEK SAMPING DARI KONTRASEPSI DARURAT?

Walaupun menjanjikan efek “aman”, namun pil ini juga mempunyai berbagai efek samping. Efek yang ditimbulkan di antaranya adalah mual, muntah, nyeri payudara, pusing, maupun kelelahan berlebih. Namun efek ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 24 jam. Terhambatnya siklus menstruasi juga mungkin terjadi setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat. (RH/CM)

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization (WHO). 2004. REKOMENDASI PRAKTIK PILIHAN UNTUK PENGGUNAAN KONTRASEPSI, Ed. 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta
  2. Johnson T.C, MD. Emergency Contraception. 2018. WebMD Medical Reference. Available at https://www.webmd.com/sex/birth-control/emergency-contraception#1/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store