Cegah Stunting Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

57

Balita pendek (stunting) menggambarkan adanya masalah gizi kronis, dipengaruhi dari kondisi ibu/calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Seperti masalah gizi lainnya, stunting tidak hanya terkait masalah kesehatan, namun juga dipengaruhi berbagai kondisi lain yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan.

Stunting menyebabkan kerusakan yang berlangsung seumur hidup. Kerusakan yang terjadi disebabkan karena seorang anak tidak mendapatkan berbagai gizi penting untuk pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh yang kuat serta pertumbuhan otak yang optimal. Stunting berkontribusi terhadap 15-17 persen dari seluruh kematian anak. Walaupun mereka selamat, mereka kurang berprestasi di sekolah sehingga menjadi kurang produktif saat dewasa. Hal tersebut akan menjadikan mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan yang cukup sehingga mereka akan terus berada dalam kemiskinan. Oleh karena itu perlu upaya perbaikan meliputi upaya untuk mencegah dan mengurangi gangguan secara langsung maupun tidak langsung.

Seribu hari pertama kehidupan – sejak janin dalam kandungan hingga ulang tahun kedua seorang anak – merupakan periode yang sangat penting karena kebanyakan kerusakan, atau terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan oleh kurang gizi, terjadi selama periode tersebut. Dampak dari kekurangan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak tidak dapat diperbaiki. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memfokuskan perhatian pada periode 1000 hari pertama kehidupan, dan memastikan bahwa ibu mendapat gizi yang cukup selama kehamilan serta mengerjakan berbagai langkah untuk mencegah anak menjadi kurang gizi selama dua tahun pertama kehidupannya.

Berikut adalah hal yang harus dilakukan untuk mencergah stunting dalam 1000 hari pertama kehidupan:

  • Ibu hamil harus mengonsumsi tablet besi folat / gizi mikro sejak konsepsi.
  • Makanan selama kehamilan harus dipastikan mengandung gizi yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan.
  • Berikan ASI secara eksklusif. Pada bayi, ASI sangat berperan dalam pemenuhan nutrisinya. Konsumsi ASI juga meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga menurunkan risiko penyakit infeksi. Sampai usia 6 bulan, bayi direkomendasikan hanya mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.
  • Mulai usia 6 bulan, selain ASI bayi diberi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
  • Pastikan si kecil mendapat asupan protein yang cukup sejak ia pertama kali mencicipi makanan padat pertamanya. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan. Anak yang mendapat protein 15 persen dari total asupan kalori ternyata memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya mendapat protein 7,5 persen dari total asupan kalori. Sumber protein sendiri bisa diperoleh dari nabati (kacang-kacangan, umbi-umbian, biji-bijian, dan sayuran) dan hewani (daging sapi, ayam, ikan, telur, dan susu).
  • Bayi dan anak memperoleh kapsul vitamin A serta imunisasidasar lengkap.
  • Pantau pertumbuhan Balita di posyandu untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan.
  • Pemberian obat cacing pada anak usia 1-5 tahun.
  • Penggunaan garam beryodium di rumah.
  • Lakukan perilaku hidup bersih sehat untuk mengurangi infeksi dan penyakit.
  • Pencegahan dan penanganan penyakit seperti diare, cacingan dan malaria.

(EM)

Daftar Pustaka

  1. https://cegahstunting.id/stunt/ (diakses 21 Oktober 2018)
  2. http://indonesiabaik.id/infografis/obat-cacing-cegah-stunting (diakses 21 Oktober 2018)
  3. http://indonesiabaik.id/infografis/asi-eksklusif-bisa-cegah-stunting (diakses 21 Oktober 2018)

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store