Cegah Stunting Sejak Dini

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

175

Asupan gizi merupakan salah satu hal penting yang dapat memengaruhi tumbuh kembang si kecil. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ibu perlu memastikan kebutuhan gizi anak tercukupi di 1.000 hari pertama kehidupannya,  agar kelak tumbuh kembang si kecil tidak mengalami gangguan. Salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang sering terjadi akibat asupan nutrisi yang kurang adalah stunting.

Stunting adalah gangguan tumbuh kembang yang menyebabkan anak memiliki postur tubuh pendek, jauh dari rata-rata anak lain seusianya. Tanda-tanda stunting biasanya baru akan terlihat saat anak berusia dua tahun.

Stunting sebenarnya mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan oleh karena asupan makanan ibu selama kehamilan yang kurang bergizi. Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Di samping itu, stunting bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu karena tidak diberikan ASI eksklusif atau MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas, termasuk zink, zat besi, serta protein.

Efek stunting tidak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Anak dengan status gizi kurang atau buruk bisa lebih beresiko terkena penyakit infeksi. Untuk itu agar kondisi ini tidak terjadi pada anak Anda, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah:

  1. Penuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan

Pencegahan terhadap stunting perlu dilakukan sedini mungkin, yaitu dimulai saat ibu tengah mengandung. Sebaiknya di masa kehamilan ibu mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang tinggi zat besi, asam folat dan vitamin mineral lainnya.

  1. Membiasakan pola makan sehat

Pola makan dengan gizi yang seimbang ini perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk bayi pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan pada 6 bulan awal dan bisa juga dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun, ditambah dengan makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang.

  1. Pola asuh yang baik

Stunting juga dipengaruhi oleh perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makan bagi bayi dan balita. Orangtua yang baik adalah mereka yang memahami edukasi perkembangan kesehatan anak sejak masa kehamilan.

  1. Jaga kebersihan air dan sanitasi

Kebersihkan berkaitan erat dengan kesehatan. Lingkungan yang bersih mampu menjaga kekebalan tubuh anak, sehingga terhindar dari infeksi. Salah satunya adalah dengan menyediakan sanitasi dan air bersih. Selain itu perlu juga membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

  1. Rutin memeriksakan kesehatan si kecil

Secara rutin, bawalah si kecil untuk diperiksa tumbuh kembangnya, baik pada dokter anak, maupun pada posyandu yang umum diadakan setiap bulannya. Biasakan untuk mengisi KMS (Kartu Menuju Sehat), sehingga ibu dapat mengikuti pertumbuhan si kecil, serta bisa lebih waspada bila terdapat tanda-tanda pertumbuhan yang tidak berjalan optimal seperti semestinya. (RH/STE)

Daftar Pustaka


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store