Cegah TBC Dengan Imunisasi BCG Saat Bayi

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

15

Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) adalah jenis imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit Tuberculosis. Vaksin ini terbuat dari Mycobacterium bovis atau bakteri basil tuberculosis yang telah dilemahkan. Menurut penelitian kesehatan terbaru efeksifitas vaksin atau manfaat dari vaksin BCG terbukti bisa membantu tubuh dalam pembentukan tantara pertahanan tubuh spesifik penyakit tuberculosis. Dengan terbentuknya sistem kekebalan tubuh ini, risiko terkena penyakit tuberculosis dapat diturunkan sebanyak 85 % selama lebih kurang 15 tahun. Selain itu, pada seseorang yang tetap menderita tuberculosis meski telah mendapatkan vaksin, hanya akan mengalami sakit ringan, dan terlindung dari komplikasi yang membahayakan.

Pemberian imunisasi BCG pada bayi di Indonesia umumnya dilakukan pada bayi yang baru lahir hingga berusia dua bulan. Usia tersebut merupakan kelompok usia yang paling efektif untuk menerima vaksin ini karena pemberian pada usia yang sesuai dapat menghasilkan sistem pertahanan tubuh yang optimal pula. Imunisasi BCG diberikan hanya sekali seumur hidup melalui penyuntikan. Tepatnya dibagian lengan bagian atas. Namun sebagian paramedis memberikan suntikan pada daerah otot di paha yang juga memiliki efektifitasnya yang sama.

Anak yang telah mendapatkan suntikan vaksin BCG, tidak jarang akan mengalami efek samping dengan gejalanya yaitu demam, kemerahan, dan muncul bekas luka ditempat penyuntikan dan sebagainya. Efek samping tersebut tidaklah berbahaya dan dapat diredakan dengan pemberian obat penurun panas seperti parasetamol yang dapat dibeli bebas pada toko obat manapun. Anda juga dapat mengompres anak Anda dengan air biasa, bukan dengan air dingin atau air es, pada bagian dahi, lipatan ketiak, dan lipatan paha, untuk menurunkan demam pada anak Anda. Jika efek samping vaksin BCG yang terjadi terlalu berat, atau jika pembengkakan terlalu besar, dan tidak sembuh-sembuh dalam waktu yang lama maka hubungi dan konsultasikan dengan dokter dan petugas kesehatan terdekat di kota Anda.

Sebelum pemberian imunisasi dilakukan, sebaiknya kondisi dari bayi diperiksa dahulu. Pastikan bayi tidak mengalami demam tinggi, infeksi kulit, menderita HIV positif yang belum mendapatkan penanganan, sedang dalam pengobatan kanker, mengalami reaksi anafilaktik terhadap imunisasi BCG dan pernah terkena TBC atau tinggal serumah dengan penderita TBC. Pemeriksaan kondisi bayi sebelum pemberian vaksin BCG penting untuk dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya, apabila vaksin BCG tetap diberikan pada anak yang sedang demam tinggi, sedangkan vaksin ini dapat memberikan efek samping berupa demam, maka suhu tubuh bayi akan meningkat semakin tinggi, sehingga demam semakin parah. Demam yang terlalu tinggi bias menyebabkan kejang, kelemahan, dan kerusakan sel-sel tubuh. Apabila ragu, Anda dapat membawa bayi Anda terlebih dahulu dan mengalami pemeriksaan sebelum pemberian vaksin BCG.

Vaksin ini harus diberikan dalam dosis yang tepat sesuai dengan kebutuhan, sehingga pemberiannya hanya bisa diberikan oleh dokter dan petugas medis. (RA/STE)

Daftar Pustaka

  1. http://www.idmedis.com/2015/11/manfaat-imunisasi-bcg-jadwal-vaksinasi.html
  2. https://www.alodokter.com/vaksin-bcg.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store