COKELAT, KUDAPAN MANIS YANG MELINDUNGI KULIT

5

Cokelat yang dikenal sebagai kudapan manis, merupakan hasil dari biji kakao panggang yang dibuat dalam bentuk produk cair, pasta, cokelat batang, atau digunakan sebagai tambahan perasa dalam makanan lain. Bukti terlama tentang penggunaannya adalah tahun 2000 SM sebagai minuman cokelat. Biji kakao memiliki rasa yang sangat pahit dan harus difermentasi untuk mengembangkan rasa. Setelah fermentasi, biji dikeringkan, dibersihkan, dan dipanggang. Kulitnya dihilangkan dan kemudian digiling menjadi cokelat murni dalam bentuk kasar. Setelah itu cokelat dicairkan dengan cara dipanaskan, dan disebut chocolate liquor (cairan cokelat). Chocolate liquor juga dapat didinginkan dan diproses menjadi dua komponen:  padatan dan mentega/butter.

Terdapat beberapa jenis cokelat. Banyak dari cokelat yang dikonsumsi saat ini adalah dalam bentuk cokelat manis, yang menggabungkan cokelat dengan gula. Cokelat hitam (dark chocolate terdiri dari padatan, butter, dan gula dengan sedikit atau tanpa susu. Jumlah padatan yang lebih tinggi akan terasa lebih pahit. Dari semua jenis cokelat, dark chocolate memiliki persentase kokoa  tertinggi, berkisar antara 50-90%.

Selain dikenal sebagai kudapan yang manis, cokelat juga memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan. Biji kakao segar sangat kaya akan polifenol dan memiliki kapasitas antioksidan yang lebih tinggi daripada makanan kaya antioksidan lain yang dikenal, seperti teh hijau, delima, goji berry, dan blueberry. Konsentrasi flavanol yang merupakan antioksidan dari cokelat tergantung pada jenis dan asal biji kakao, kondisi pertumbuhan, penanganan pasca panen, dan proses pembuatan. Sayangnya, selama pembuatan cokelat konvensional, kapasitas antioksidan biji kakao segar menjadi sangat berkurang.

Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi cokelat yang kaya flavanol secara teratur dapat melindungi kulit manusia dari efek sinar UV yang berbahaya. Paparan UV yang berulang adalah penyebab utama penuaan kulit dini dan juga berperan dalam karsinogenesis/ kanker kulit. Paparan UV menghasilkan radikal bebas di kulit dan mengurangi sistem antioksidan yang dimiliki kulit. Pemberian antioksidan tambahan secara topikal (diaplikasikan di kulit) atau sistemik (dimakan/diminum) telah terbukti memiliki manfaat dalam perlindungan kulit. Konsumsi kakao juga telah terbukti meningkatkan mikrosirkulasi (peredaran darah) kulit, yang pada gilirannya mempengaruhi termoregulasi (pengaturan suhu), dan pengiriman nutrisi dan oksigen ke kulit.

Selain itu, flavanol cokelat juga memiliki sifat antikanker yang signifikan. Beberapa penelitian juga sedang meneliti potensi efek anti-penuaan dari flavanol cokelat untuk meningkatkan kinerja kognitif lansia. Selain itu flavanol cokelat dapat menurunkan kolesterol total dan LDL, tekanan darah, dan memberikan efek biologis yang tidak tergantung pada sifat antioksidannya seperti pelebaran pembuluh darah dan peningkatan fungsi endotel.

Tetapi, mengonsumsi terlalu banyak cokelat juga tidak disarankan. Dark chocolate mengandung tinggi kalori (150-170 kalori per ons) dan dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.. Cokelat juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah sedang, yang dapat secara negatif mempengaruhi kadar lemak dalam darah, meskipun efek perlindungan jantung dari flavanol tampaknya lebih besar daripada risikonya. Sebaiknya jika ingin mengonsumsi cokelat, pilihlah dark chocolate dan konsumsi hanya dalam jumlah sedang. (BEL)

Sumber:

  1. Williams, S, Tamburic, S, Lally, C. 2009. Eating Chocolate can Significantly Protect The Skin from UV Light. Journal of Cosmetic Dermatology, 8(3), 169-173. Available at: https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/j.1473-2165.2009.00448.x
  2. Grassi, D, Desideri, G, Necozione, S, Lippi, C, Casale, R, Properzi, G, Blumberg, JB, Ferri, C. 2008. Blood pressure is reduced and insulin sensitivity increased in glucose‐intolerant, hypertensive subjects after 15 days of consuming high‐polyphenol dark chocolate. The Journal of Nutrition, 138(9), 1671-1676. Available at: https://academic.oup.com/jn/article/138/9/1671/4750836
  3. Neukam, K, Stahl, W, Tronnier, H, Sies, H, Heinrich, U. 2007. Consumption of flavanol‐rich cocoa acutely increases microcirculation in human skin. European Journal of Nutrition, 46(1), 53-56. Available at: https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00394-006-0627-6
  4. Harvard T. H. Chan School of Public Health. Dark Chocolate. Available at: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/food-features/dark-chocolate/