Cuci Darah, Siapakah Yang Harus Menjalaninya?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

88

Ginjal merupakan sepasang organ yang kira-kira berukuran sebesar kepalan tangan, dan terletak pada kedua bagian belakang pinggang Anda. Ginjal yang bekerja dengan baik berfungsi untuk mencegah timbulnya kelebihan cairan, produk sisa, dan racun-racun dalam tubuh. Ginjal juga membantu mengatur tekanan darah dan kadar kimia serta elektrolit dalam darah, seperti garam dan kalium. Selain itu, ginjal menjadi tempat untuk mengaktifkan vitamin D guna meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.

Saat ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan baik (akibat penyakit atau trauma), maka dokter yang menangani Anda dapat merekomendasikan suatu prosedur yang dinamakan hemodialisis alias cuci darah. Cuci darah atau dialisis adalah prosedur yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya di dalam tubuh. Normalnya, proses ini dilakukan secara alami oleh ginjal. Ginjal akan menyaring darah dan memisahkan zat berbahaya serta cairan berlebih dari dalam tubuh untuk kemudian dikeluarkan melalui urin. Tetapi, ketika ginjal tidak dapat melakukan fungsi utamanya, maka diperlukan alat bantu berbentuk mesin.

Cuci darah biasanya dilakukan bagi pasien gagal ginjal kronis, yakni kondisi di mana ginjal mengalami penurunan fungsi di bawah batas normal. Bila Anda menderita gagal ginjal kronis, itu artinya ginjal tidak dapat menyaring kotoran, tidak mampu mengontrol jumlah air dalam tubuh, juga kadar garam dan kalsium dalam darah. Sehingga zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna akan tetap tinggal di dalam tubuh dan membahayakan kondisi pasien.

Seperti apakah prosedur cuci darah?

Cuci darah merupakan suatu prosedur menyaring darah dengan bantuan mesin yang disebut dialisis. Tanpa cuci darah, maka produk-produk sisa dan garam dalam tubuh akan menumpuk dalam darah dan mengendap menjadi racun.

Untuk mengalirkan darah Anda ke mesin, maka dokter akan membuat sebuah akses dari pembuluh darah Anda melalui tindakan operasi. Akses pembuluh darah ini akan mengalirkan darah yang cukup banyak dari tubuh sehingga darah yang tersaring akan cukup banyak dan dengan mudah keluar dari tubuh. Akses pembuluh darah ini dapat bersifat jangka panjang maupun jangka pendek, bergantung dari kondisi medis yang Anda miliki.

Prosedur cuci darah biasanya dilakukan di rumah sakit dan berlangsung selama tiga hingga lima jam. Anda mungkin perlu datang untuk menjalani prosedur selama beberapa kali dalam satu minggu, tergantung dari kondisi dan kebutuhan medis Anda. Sebelum dilakukan cuci darah, berat badan Anda akan ditimbang, demikian pula setelahnya, hal ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar kelebihan cairan yang dapat diambil dari darah Anda.

Cuci darah bertujuan untuk menyelamatkan nyawa Anda, namun bukan berarti prosedur ini tidak memiliki risiko. Anda mungkin saja mengalami hal-hal berikut:

  • Tekanan darah rendah
  • Anemia
  • Kram otot
  • Kesulitan tidur
  • Gatal-gatal
  • Kadar kalium tinggi dalam darah
  • Depresi
  • Radang membran di sekitar jantung

Smart tips: Segera beri tahukan petugas kesehatan jika Anda merasa tidak nyaman selama prosedur berlangsung.

Penderita gagal ginjal yang menjalani cuci darah dalam jangka waktu sangat lama juga memiliki risiko mengalami kondisi medis yang disebut dengan amyloidosis. Penyakit ini dapat terjadi ketika kadar protein amyloid yang diproduksi oleh sumsum tulang menumpuk pada organ-organ seperti jantung, ginjal, dan hati. Kondisi ini biasanya menyebabkan seseorang mengalami kaku dan nyeri sendi, serta pembengkakan pada sendi.

Pada kebanyakan kasus, penderita penyakit ginjal tertentu harus menjalani cuci darah seumur hidup atau menunggu hingga transplantasi ginjal dapat dilakukan. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar cuci darah, konsultasikan kepada dokter Anda. (EDA/CM)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store