DAMPAK BULLYING BAGI PSIKOLOGIS ANAK

7

Kasus bullying yang kerap terjadi saat ini kian memprihatinkan. Hal ini sering terjadi bahkan pada usia anak-anak dan remaja. Bullying merupakan suatu ancaman yang serius terhadap perkembangan anak terutama bagi mental mereka.

Tindakan bullying dapat berupa hal-hal berikut, yaitu:

  1. Perilaku mengintimidasi secara verbal, meliputi:
  2. Menggoda
  3. Komentar seksual yang tidak pantas
  4. Mengejek atau mencela
  5. Mengancam
  6. Memaki
  7. Menyebarkan gossip
  8. Kontak fisik langsung, meliputi:
  9. Memukul
  10. Mencubit
  11. Menendang
  12. Mendorong
  13. Penindasan sosial meliputi:
  14. Membiarkan seseorang keluar dengan sengaja
  15. Memberitahu anak-anak lain untuk tidak berteman dengan seseorang
  16. Menyebarkan rumor tentang seseorang
  17. Memalukan seseorang di depan umum

Apa dampak negatif bullying?

Bullying dapat berdampak bagi setiap pihak yang terlibat baik korban bullying, anak-anak yang mem-bully, dan juga anak-anak lain yang menyaksikan bullying ini. Kasus ini tentunya sangat mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik anak. Dampak bullying antara lain:

  • Depresi
  • Masalah kecemasan umum
  • Serangan panik
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Merugikan diri sendiri
  • Gangguan makan
  • Kehilangan minat pada kegiatan yang mereka sukai
  • Kesulitan dalam pelajaran
  • Perubahan perilaku seperti penarikan diri

Anak yang melakukan bullying cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga melakukan perilaku atau tindakan agresif, mudah marah, dan dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan atau tindakan kriminal lainnya. Jika bullying ini dibiarkan maka akan berdampak juga pada anak-anak lainnya yang menyaksikan dan menjadi contoh kepada mereka untuk melakukan tindakan bullying kepada orang lain.

Bullying adalah faktor risiko depresi dan berpikir untuk bunuh diri. Anak-anak yang mengalami bullying ataupun melakukan bullying lebih cenderung berpikir atau mencoba bunuh diri daripada mereka yang tidak terlibat dalam bullying sama sekali.

Penelitian juga telah secara konsisten menunjukkan bahwa bullying dapat berdampak negatif pada prestasi anak-anak dan remaja di sekolah. Pengalaman ini memiliki dampak negatif pada kedua nilai tes mulai dari TK dan berlanjut hingga sekolah menengah.

Anak-anak dan remaja yang menjadi keduanya, yaitu korban maupun pelaku bullying berada pada risiko terbesar untuk mengalami dampak kesehatan mental dan fisik, dibandingkan dengan mereka yang hanya menjadi korban atau hanya menjadi pelaku. Anak-anak dan remaja ini mungkin mengalami kombinasi masalah psikologis, persepsi negatif tentang diri mereka sendiri dan orang lain, keterampilan sosial yang buruk, sering mencari masalah, dan penolakan oleh kelompok sebaya mereka.

Kasus bullying pada anak perlu diperhatikan dan perlu adanya diskusi antara orang tua dan guru disekolah untuk mencegah terjadinya kasus bullying pada anak. Masalah kesehatan mental tidak selalu tampak pada anak dan seringkali dapat diabaikan di sekolah maupun di rumah. Untuk itu penting untuk melakukan pendekatan dengan anak terutama ketika Anda mencurigai adanya perubahan perilaku emosional yang tampak pada anak. (PP/PAY)

Referensi:

Stopbullying.gov. 2019. What Is Bullying.

Anti-bullying Alliance. Bullying and mental health: guidance for teachers and other professionals. Accesed on 19 November 2019. Available at: https://www.anti-bullyingalliance.org.uk/sites/default/files/field/attachment/Mental-health-and-bullying-module-FINAL.pdf