Dampak Kesehatan “Seks Di Usia Dini”

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

253

Perkembangan teknologi semakin memperluas pergaulan anak dan remaja masa kini. Dengan sentuhan jari saja, mereka bisa mengenal orang baru yang tidak jelas asal-usulnya serta maksud dan tujuannya. Hal ini mulai membuat para orang tua cemas karena maraknya perkembangan media sosial juga membuat pergaulan semakin bebas dan sulit dikontrol, hingga efek negatis seperti seks bebas di usia dini sulit untuk dicegah.

Pada artikel ini kita akan membahas apa saja dampak kesehatan yang mengancam masa depan generasi muda akibat seks di usia dini.

  1. Penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS)

Akibat mengerikan pertama yang dipicu oleh seks usia dini adalah tingginya risiko penyebaran Penyakit Menular Seksual (PMS). Hal ini sejalan dengan pernyataan dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, yang mengungkapkan bahwa perilaku seksual di bawah umur dapat memicu penyebab beberapa virus seksual mematikan, sebut saja HPV dan HIV. HPV (Human Papilloma Virus) merupakan dalang dari infeksi kutil kelamin dan kanker. Sedangkan HIV(Human Immunodificiency Virus) sudah dikenal sejak lama sebagai penyakit mematikan yang erat kaitannya dengan AIDS. Nah, bagi remaja yang masih mengedepankan emosi, seks yang melibatkan penggunaan alat pengaman –semisal kondom- bisa jadi dianggap sebagai hal yang kurang penting. Sehingga penyebaran PMS tidak dapat dicegah.

  1. Perkembangan otak yang terhambat

Jarang yang mengetahui bahwa seks usia dini juga berpengaruh pada perkembangan otak. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Ohio State University mengungkapkan bahwa perilaku seks usia dini ternyata memengarahi fungsi dan kerja sistem saraf pusat. Lho, kok bisa? Usut punya usut, seks usia dini terbukti dapat mengintervensi perkembangan sel dan jaringan otak. Selain kecenderunangan perilaku depresif, terhambatnya perkembangan otak juga mempengaruhi massa tubuh yang lebih rendah dibanding kondisi normal, ukuran jaringan reproduksi yang lebih kecil, hingga lambatnya proses regenerasi sel di sistem saraf.

  1. Risiko kanker serviks

Akibat mengerikan dari seks usia dini yang terakhir adalah meningkatnya risiko terkena kanker serviks. Perlu diketahui, bahwa sel-sel organ kewanitaan pada perempuan dengan rentang usia antara 12-17 sedang aktif-aktifnya berkembang dan membelah diri. Nah, intervensi benda asing –seperti penis dan sperma- pada usia tersebut, ternyata dapat memicu beberapa perkembangan sel yang tidak normal. Inilah yang dipercaya banyak ahli sebagai cikal bakal penyebaran kanker serviks. Penderita kanker jenis ini biasanya mengeluhkan beberapa gejala awal, seperti keputihan yang berbau dan datang berulang-ulang; serta pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi. Hingga kini belum ditemukan obat yang dapat meyembuhkan kanker serviks secara total.

Nah, ternyata bahaya seks di usia dini bukan hanya sekedar masalah sosial seperti kehamilan di luar nikah tetapi bahaya kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar. Mari jaga generasi penerus kita dari bahaya seks bebas di usia dini. (BR)

DAFTAR PUSTAKA

Merry Magdalena. Melindungi Anak dari Seks Bebas, PT Gramedia Widiasarana   Indonesia, Jakarta 2010


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store