Dampak Limbah Terhadap Kesehatan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

139

Manusia memiliki kebutuhan yang akan dipenuhi dalam hidupnya. Dari kebutuhan tersebut, yang paling mendasar ialah kebutuhan fisiologis. Dalam kebutuhan fisiologis, terdapat  kebutuhan yang perlu dipenuhi yaitu kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Air merupakan salah satu hal yang termasuk di dalamnya. Kehidupan akan begitu sulit bila tidak ada air, terutama air bersih. Pasokan air dapat diambil dari berbagai sumber, salah satunya sungai. Dalam kegiatan sehari-hari, khususnya masyarakat pedesaan menggunakan air sungai untuk hampir semua kegiatan rumah tangga. Mereka mencuci baju dan piring, mandi, dan juga minum menggunakan air sungai.

Ketika mereka menggunakan air sungai yang telah tercemar, tentu akan ada efek samping yang dirasakan. Efek samping utama yang diterima oleh masyarakat ialah penyakit. Dalam air yang tercemar akan terdapat bakteri, virus, atau protozoa. Air tersebut kemudian digunakan untuk mencuci baju dan piring sehingga bakteri yang tertinggal dibenda-benda yang kemudian digunakan untuk keperluan masyarakat. Nah hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyakit diare pada masyarakat.

Selain diare, penyakit lain yang dapat menyerang warga ialah cacingan. Cacingan terjadi akibat infeksi dari telur cacing yang masuk ke tubuh manusia. Penyakit ini ditandai dengan perut buncit namun kondisi tubuh yang kurus. Penyakit kulit juga merupakan penyakit yang umum diderita masyarakat pengguna air tercemar. Biasanya gatal-gatal ialah ciri utama yang terjadi sebelum penyakit kulit menjadi lebih parah. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan mineral yang beracun untuk kulit.

Salah satu contoh limbah yang sering mencemari sungai yaitu limbah cair. Limbah cair yang berasal dari kegiatan industri dapat mengandung bahan pencemar kimiawi berupa senyawa atau unsur logam berat tertentu (Hg, Ni, Cr, Cd, Pb, Mr, Zn, Cu, Fe) yang dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satu contuhnya yaitu kandungan candium (cd), kandungan ini apabila konsentrasi Cd pada kulit ginjal mencapai 200 gram/gram berat badan yang dikonsumsi oleh tubuh manusia maka akan menyebabkan kerusakan pada ginjal dan masih banyak lagi dampak dari pencemaran limbah.

Untuk mencegah pencemaran limbah ini, Anda dapat memulai dari diri Anda sendiri. Yaitu dengan membiasakan diri Anda dan keluarga Anda untuk tidak membuang sampah di sungai. Selain itu, bila Anda hidup di sekitar sungai dengan pabrik-pabrik di daerah Anda, Anda dapat mengamati adanya perubahan pada air sungai di sekitar Anda. Apakah terdapat perubahan warna, bau, dan rasa dari air sungai tersebut? Bila iya, maka Anda harus curiga bahwa sungai tersebut telat tercemar dengan limbah pabrik. Segera laporkan pada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti lebih dalam dan mencegah terjadinya penyakit.

Mari menjaga kebersihan sungai, agar air sungai dapat dimanfaatkan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian bagi penggunanya. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA/STE)

Daftar Pustaka

Hendrawan D. 2005. Kualitas air sungai dan situ di DKI Jakarta. Dalam: Makalah dalam https://sivitasakademika.wordpress.com/2018/02/03/pencemaran-air-sungai-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan-masyarakat-sekitar/


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store