Dampak Media Sosial Pada Kesehatan Mental Remaja

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

83

Untuk menjadi seorang remaja yang kekinian, tentu takkan lengkap hidupnya jika tidak aktif di media sosial. Tapi tahukah Anda kalau ternyata konsekuensi menjadi seorang netizen yang aktif berkicau di dunia maya tidak hanya sekadar kehilangan followers, tapi juga bisa meningkatkan risiko terhadap mental para remaja. Masalah apa saja yang dapat remaja hadapi? Yuk kenali dampak gangguan mental akibat kecanduan media sosial!

  1. Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang dapat mempengaruhi pola pikir maupun perasaan. Pengguna media sosial yang sering mendapatkan komentar negatif dari orang lain (netizen) lama kelamaan akan merasa sedih dan tertekan. Hal ini akan menyebabkan orang tersebut kehilangan minat dan semangat untuk melakukan apapun.

  1. Narcisstic Personality Disorder (NPD)

Narsistik adalah salah satu gangguan kepribadian dimana sesorang cenderung selalu mengharapkan pujian dan kekaguman dari orang-orang sekitarnya. Pengguna media sosial dengan gangguan ini kebanyakan sering mengunggah foto selfie dan mengumbar kebahagiaan pribadinya. Kebanyakan yang mengalaminya adalah remaja dan dewasa muda.

  1. Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

Sering mencuci tangan atau sekedar mengatur tata letak suatu benda yabg tidak terlihat sejajar ada salah satu ciri dari pengidap OCD. Dimedia sosial penderita OCD gejalanya bisa dilihat dari seberapa sering seseorang mengedit dan mengubah photo profile nya agar terlihat sempurna.

  1. Munchausen Syndrome

Gangguan dimana seseorang senang membuat, mengarang dan menyebarkan sebuah cerita sedih seolah-olah mengidap penyakit agar mendapatkan perhatian di media sosial. Orang yang seperti ini biasanya senang untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang lain.

  1. Body Dysmorphic Disorder (BDD)

Sebuah gangguan dimana seseorang merasa tidak percaya diri dengan bagian tubuh dan penampilannya. Di sosial media penderita BDD akan mengedit fotonya mulai dari warna kulit, detail tubuh agar proposional agar terlihat cantik dan mendapat banyak likes.

  1. Compulsive shopping

Demi mengikuti tren dan lebih eksis di media sosial tidak sedikit orang yang akhirnya membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan bahkan sebenarnya tidak mampu dibeli. Biasanya mereka sangat ingin mendapatkan pujian dan kekaguman dari orang lain karena mengikuti trend.

Seperti dua sisi mata uang, kita juga tahu bahwa media sosial tidak selalu berdampak negatif. Menjadi netizen aktif dalam berbagai platform media sosial bisa memberikan manfaat positif dalam cara memberikan penggunanya rasa keterlibatan dalam masyarakat, merasa tidak sendirian, lebih merasa didukung, dan memiliki harapan. baik-buruknya dampak media sosial pada tumbuh kembang remaja akan bervariasi pada setiap orang, dan kembali lagi kepada pentingnya menemukan keseimbangan yang sehat dalam berinteraksi di dunia maya dan di dunia nyata. Semoga bermanfaat dan salam sehat. (RA)

Daftar Pustaka

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/dampak-media-sosial-depresi-remaja/

Mulawarman. Nurfitri A.D. 2017. Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. Buletin Psikologi. 25.1.P36-44


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store