Dapatkah Seorang Pria Kehabisan Sperma???

281

Banyak pria yang sering melakukan masturbasi atau sedang berusaha memiliki anak merasa khawatir bahwa mereka akan kehabisan sperma karena terlalu sering berejakulasi. Akan tetapi, benarkah seorang pria dapat kehabisan sperma akibat terlalu sering berejakulasi?

Jawabannya adalah “Tidak”. Seorang pria tidak akan pernah kehabisan sperma karena buah zakar akan terus menghasilkan sel-sel sperma hingga ia meninggal. Berbeda dengan wanita yang tidak lagi menghasilkan sel telur setelah memasuki masa menopause (sekitar umur 50-55 tahun), seorang pria akan selalu subur.

Memang benar bahwa terlalu sering bermasturbasi dapat mempengaruhi cadangan sperma Anda untuk sementara waktu, misalnya bila Anda bermasturbasi 2-3 kali sehari, maka jumlah sperma yang ada di dalam cairan mani pada setiap ejakulasi akan berkurang, bahkan jumlah cairan mani yang Anda keluarkan pun akan berkurang pada setiap orgasme yang Anda alami.

Akan tetapi, bila Anda hanya bermasturbasi satu kali dalam waktu 1 atau 2 hari, maka jumlah sperma dan cairan mani yang Anda keluarkan saat berejakulasi akan tetap sama.

Perlu diketahui bahwa sistem reproduksi pria menghasilkan sel sperma baru setiap harinya. Jadi, walaupun Anda berhubungan intim atau bermasturbasi setiap hari, maka Anda tidak akan pernah kehabisan sperma atau cairan mani.

Seorang pria yang sehat (subur) akan mengeluarkan lebih dari 2 ml cairan mani dan 20 juta sel sperma per ml cairan mani. Sperma hanya dapat hidup selama beberapa hari dan saat sperma mati, maka sperma akan kembali diserap ke dalam tubuh agar sel sperma baru dapat segera diproduksi. Akan tetapi, bukan berarti Anda akan kekurangan sperma untuk sementara waktu. Sperma akan terus diproduksi oleh buah zakar Anda.

Namun, ada beberapa hal yang dapat mengurangi jumlah sperma yang Anda hasilkan seperti merokok, mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, buah zakar terlalu sering terpapar oleh panas, atau kekurangan nutrisi (seng). Walaupun berbagai hal ini dapat mengurangi jumlah sperma yang diproduksi, akan tetapi jarang sekali menyebabkan kekurangan produksi sperma atau cairan mani.

Selain berbagai hal di atas, para ahli menduga bahwa produksi sperma juga akan mengalami penurunan saat seorang pria berusia 40-50 tahun. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria, jumlah cairan mani dan kemampuannya untuk mempertahankan ereksi biasanya akan berkurang. Akan tetapi, bukan berarti pria tersebut kehabisan sperma.

Jika Anda dan pasangan sedang berusaha untuk memiliki momongan, ada baiknya bila Anda membatasi hubungan intim atau masturbasi menjadi sekali setiap 2 hari. Hal ini untuk memastikan bahwa saat Anda berejakulasi, maka jumlah cairan mani dan sperma yang dikeluarkan lebih banyak.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak berhubungan intim untuk waktu yang lama juga dapat mempengaruhi kesuburan Anda, karena hal ini dapat memicu penurunan jumlah sperma yang Anda produksi dan mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak dengan cepat.

Sumber:dokter.id