Daun Katuk Dan Fakta-Fakta Lain Seputar Menyusui

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

67

Menyusui adalah bagian yang dinanti oleh para wanita setelah melahirkan. Selain penting bagi ibu, menyusui juga krusial bagi bayi karena menyusui merupakan sumber utama dan satu satunya (selama enam bulan pertama) bagi bayi untuk tumbuh dan berkembang. American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk memberikan ASI ekskulsif selama enam bulan. ASI ekskulsif adalah pemberian ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan lain. Setelah enam bulan bayi baru boleh diberikan makanan tambahan lain, itupun harus memperhatikan bentuk makanan dan cara pemberian. ASI yang dikeluarkan oleh ibu akan berubah sesuai dengan kebutuhan nutrisi sang bayi. Memberikan ASI dapat mendatangkan manfaat di masa depan baik untuk ibu dan untuk bayi, salah satunya adalah ibu dapat terhindari dari penyakit seperti diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, serta kanker payudara dan ovarium. Sementara untuk bayi, bayi dapat terhindar dari penyakit-penyakit seperti asma, diabetes mellitus tipe 2, eczema, penyakit-penyakit infeksi, diare, dan obesitas.

Namun menyusui tidak selalu lancar dan tanpa masalah, sebagian wanita mengalami kesulitan dalam menyusui seperti ASI kurang, ASI tidak lancar, dan bayi tidak mau menyusu. Sebagian besar masalah tersebut terjadi karena teknik menyusui yang kurang baik. Untuk wanita yang mengalami masalah-masalah di atas, ada beberapa tips yang bisa dicoba:

  • Posisikan diri anda dengan baik dan nyaman sebelum menyusui. Tangan dan leher harus dalam keadaan santai
  • Pastikan kepala dan badan bayi berada dalam satu garis lurus, jika leher bayi tertekuk, akan menyebabkan bayi susah menyusu
  • Sanggalah kepala, leher, dan pundak bayi. Hal ini menyebabkan bayi lebih mudah untuk menyusu
  • Dekatkan kepala bayi ke payudara anda, dan bukan membungkukan badan untuk mencapai kepala bayi
  • Letakkan hidung bayi sejajar dengan putting susu. Perlakuan ini dapat menyebabkab bayi untuk membuka mulut dengan lebar
  • Tunggu bayi membuka mulut dengan lebar dan lidah bayi berada di bawah, jika bayi belum membuka mulut, anda dapat merangsang bayi dengan menyentuh lembut bibir atas bayi

Jika yang menjadi masalah dalam menyusui adalah volume ASI yang kurang, daun katuk dapat menjadi salah satu jalan keluar. Daun katuk telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan produksi ASI. Menurut penelitian yang dilakukan di Jombang, dari lima belas ibu menyusui sebagai responden, didapatkan peningkatan yang signfikan pada produksi ASI setelah pemberian daun katuk. Penelitian serupa yang dilakukan di Madura juga mengkonfirmasi temuan ini. Jika dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi daun katuk, wanita yang mengkonsumi daun katuk secara signfikan memiliki produksi ASI yang lebih lancar dan memiliki volume ASI yang lebih besar.

Menyusui merupakan fase yang susah-susah gampang. Masalah yang muncul pada saat menyusui sebagian besar dapat diperbaiki dengan melakukan teknik menyusui yang benar. Jika masalah ASI terdapat pada volume, dapat diperbaiki dengan mengkonsumsi daun katuk.  (RPG)

Sumber

CDC. 2018. Center for Disease Control. [online]. [Accessed 8 December 2018]. Available from World Wide Web: <https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/breastfeeding/recommendations-benefits.html>

NHS. 2016. NHS. [online]. [Accessed 08 December 2018]. Available from World Wide Web: <https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/breastfeeding-positioning-attachment/>

SURYANINGISH, Merlyana. 2009. Gambaran Produksi ASI Antara Ibu yang Mengkonsumsi Daun Katuk dan Tidak Mengkonsumsi Daun Katuk. Jurnal STIKES Ngudia Husada Madura. 2(2), pp.63-70.

YANI, Dian, Dewi WULANDARI, and Rofiqoh ANIS. 2016. EFFECT OF GIVING “KATUK” LEAVES TOWARDS THE FLUENCY OF ASI PRODUCTION ON BREASTFEEDING MOTHER IN PETERONGAN DISTRICT HEALTH JOMBANG REGENCY. Jurnal Keperawatan Unair.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store