Demam Berulang, Waspadai Infeksi Saluran Kemih

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

153

Merasa badan sering demam tanpa sebab jelas? Ditambah, Anda merupakan seorang wanita dan sering menahan rasa buang air kecil? Mungkin bagi sebagian besar orang hal ini dianggap wajar dan tidak terlalu memikirkan sebab akibatnya. Namun tahukah Anda bahwa gejala di atas sering dialami karena infeksi  saluran kencing?

Infeksi saluran kemih (ISK) atau sering disebut dengan istilah awam anyang – anyangan dimana Anda sering merasa ingin berkemih namun air seni yang keluar hanya sedikit dan terkadang terasa nyeri pada panggul. Di negara tropis seperti Indonesia, ISK merupakan penyakit yang relatif sering terjadi, mulai dari bayi, anak – anak, hingga orang tua. Semakin berkembangnya usia, ISK lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria, ini diakibatkan oleh jarak urethra wanita lebih pendek dan jarak urethra – anus lebih dekat.  Namun, jika sudah mengenai pria dapat menjadi masalah serius.

ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran kemih, seringkali disebabkan oleh bakteri, namun bukan tidak mungkin dapat virus atau jamur. Termasuk bakteri yang biasanya merupakan flora normal di usus, akan naik ke sistem saluran kemih, antara lain Escherichia colli, Klebsiella, Enterobacter dan menyebabkan infeksi. Pada bayi dan anak, ISK dapat berasal dari tinja sendiri, menjalar naik pada saluran kemih dan melekat pada permukaannya. Pada wanita, ISK dapat merupakan bagian dari gaya hidup tidak sehat, seperti:

  1. Sering menahan kencing

Air seni merupakan salah satu hasil metabolisme tubuh yang harus dikeluarkan dengan segera, menahan kencing sama halnya dengan menahan racun dalam tubuh, selain itu dapat menyebabkan pengendapan bahan sisa menjadi batu saluran kemih.

  1. Hubungan seksual

Seks bisa menjadi salah satu pemicu ISK. Bakteri dapat menyebar melalui hubungan seksual antara pria dan wanita. Bakteri yang terdapat pada vagina atau usus akan melewati urethra. Maka sangat dianjurkan untuk buang air kecil sesudah melakukan hubungan seksual.

  1. Tidak membersihkan kelamin dengan benar

Disarankan untuk membasuh vagina dengan pola membersihkan dari arah depan menuju belakang. Hal ini dilakukan untuk mencegah bakteri menyebar dari anus ke organ intim.

  1. Kurang minum air

Ginjal membutuhkan cairan yang cukup agar berfungsi dengan baik. Kurang minum air putih atau sering mengonsumsi minuman manis membuat Anda jarang buang air kecil dan urine menjadi pekat, hal ini dapat merangsang tumbuhnya bakteri dan terjadi infeksi. Maka disarankan untuk mengonsumsi air putih cukup.

  1. Jarang mengganti pakaian dalam

Kondisi berkeringat akibat aktifitas menyebabkan lembabnya organ intim. Jamur dapat tumbuh dan menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Penting menjaga hygine dengan bilas air bersih setiap buang air, mengenakan pakaian bersih, berbahan lembut, dan tidak terlalu ketat.

ISK dapat diketahui melalui beberapa gejala seperti demam berulang, susah buang air kecil, nyeri panggul, sering buang air kecil, terkadang merasa panas ketika berkemih, nyeri suprapubik. Gejala tersebut tidak selalu terjadi pada penderita ISK.

Pilihan terapi dokter dapat diawali dengan memepertimbangkan faktor pasien, faktor mikrobiologis dan data hasil klinis. Jika ISK merupakan akibat dari bakteri, antiobiotik merupakan pilihan utama dengan dosis pemeliharaan. Efektifitas pengobatan sangat bergantung pada pola pengobatan yang rasional dan kepatuhan minum obat. Disarankan untuk mencegah semua faktor resiko untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih dan komplikasinya. (ARA)

Referensi:

  1. Urology Disease. The National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) Health Information Center. 2018.
  2. Penatalaksanaan Infeksi Saluran Kemih dan Genitalia Pria. Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI).  Jakarta; Indonesia. 2015.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store