Demam Tifoid, Gejala, Pengobatan, Dan Pencegahan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

150

Demam Tifoid atau Tipes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau kuman Salmonella thypi. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia dan umum terjadi di negara berkembang. Penyakit ini juga didukung oleh kurangnya kebersihan diri. Bakteri Salmonella yang keluar dari tinja dan urin orang yang sakit akan disebarkan oleh lalat melalui makanan dan minuman. Selain itu, kebiasaan tidak mencuci tangan juga dapat memindahkan bakteri ini dari toilet atau kamar mandi yang terkontaminasi bakteri ke makanan dan minuman. Orang dapat tertular jika mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Oleh karenanya, kebersihan diri berperan penting pada penyakit ini.

Apa saja tanda dan gejala demam tifoid?

Tanda dan gejala penyakit ini muncul 10 hingga 14 hari setelah terpapar.

  • Demam lebih dari tujuh hari. Demam biasanya naik turun terutama pada sore dan malam hari
  • Nyeri perut, konstipasi, diare, mual, muntah, kembung
  • Lidah kotor dan rasa tidak nyaman dalam merasakan makanan
  • Sakit kepala terutama di daerah dahi
  • Nyeri otot dan pegal-pegal
  • Batuk
  • Sulit tidur

Penyakit ini jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan komplikasi, berupa kejang, perdarahan usus, pneumonia, hingga koma.

Bagaimana pengobatannya?

Karena penyebab dari demam tifoid adalah bakteri, maka cara efektif untuk mengatasinya dengan terapi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter untuk mendapat pilihan dan cara konsumsi yang tepat. Selain antibiotik juga diperlukan perawatan tambahan yaitu:

  • Mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan diare.
  • Sering mencuci tangan. Hal ini merupakan cara untuk mencegah penularan penyakit kepada oran lain. Gunakan sabun kurang lebih 30 detik, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.
  • Jika Anda bekerja di industri makanan atau fasilitas kesehatan, Anda tidak diijinkan untuk kembali bekerja sampai tes menunjukkan bahwa Anda tidak lagi menyebarkan bakteri.

Bagaimana mencegah terjadinya demam tifoid?

Di negara berkembang, air minum yang aman, sanitasi yang baik, dan perawatan medis yang memadai untuk mencegah penyebaran Salmonella mungkin sulit untuk dicapai. Oleh karena itu, beberapa ahli percaya bahwa memvaksinasi kelompok atau daerah yang risiko terjadinya demam tifoid tinggi adalah cara terbaik mengendalikan penyakit ini.

Namun, vaksin tidak akan memberikan perlindungan lengkap. Masih diperlukan beberapa hal berikut untuk mecegah penularan demam tifoid terutama pada daerah yang banyak dijumpai kasus demam tifoid:

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet.
  • Hindari minum air yang tidak diolah.
  • Jika anda berada di daerah yang endemis atau tingkat orang yang terkena penyakit ini sangat tinggi, maka gunakan air kemasan untuk menyikat gigi, hindari menelan air di kamar mandi.
  • Hindari buah dan sayuran mentah karena mungkin telah dicuci dengan air yang tidak aman.
  • Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran terbaik aman, sebaiknya hindari makanan dari pedagang kaki lima yang kotor dan tidak higienis. (ITA)

Sumber:

  1. Hospital Care For Children. 2016. Demam Tifoid. https://ichrc.org/63-demam-tifoid. 21 September 2018
  2. 2017. Penanganan Terkini Demam Tifoid. https://persi.or.id/artikel-manklinis/136-penanganan-terkini-demam-tifoid-tifus. 21 September 2018
  3. Mayo clinic. 2018. Typhoid fever. https://mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661. 21 September 2018

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store