Dengan Cara Ini, Kanker Tak Lagi Menghantui Anda!!!

250

Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling sering terjadi saat ini. Berbagai jenis kanker dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kanker, terutama bila kanker itu mengenai seluruh tubuh, seperti leukemia dan limfoma atau bila sel-sel kanker telah menyebar ke tempat lainnya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa salah satu hal yang dapat mencegah terjadinya kanker adalah gaya hidup sehat. Perubahan gaya hidup, mulai dari perubahan kebiasaan, perubahan pola makan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup dapat memberikan pengaruh besar terhadap penurunan resiko terjadinya kanker.

 

Berhenti Merokok

Merokok merupakan salah satu faktor resiko dari berbagai penyakit. Penyakit jantung, aterosklerosis, dan kanker sangat dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Perokok aktif maupun perokok pasif mempunyai resiko yang sama. Berbagai jenis kanker yang dapat disebabkan oleh rokok adalah kanker paru, ginjal, kandung kemih, dan bahkan kanker rahim.

Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Bila anda mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan merokok anda, anda dapat meminta bantuan pada dokter anda mengenai apa yang harus dilakukan untuk membantu anda menghentikan kebiasaan anda tersebut.

 

Diet Sehat

Walaupun anda memilih untuk tidak memakan makanan tertentu dan memakan makanan lainnya yang lebih sehat tidak menjamin bahwa anda tidak akan terkena kanker, tetapi peubahan pola makan menjadi lebih sehat tetap dapat menurunkan resiko anda terkena kanker.

Yang termasuk diet sehat adalah diet tinggi sayuran dan buah-buahan, serta rendah lemak. Selain itu, kacang-kacangan dan gandum juga dapat menjadi bagian dari menu sehat anda.

Satu hal lainnya yang juga perlu diingat adalah alkohol. Alkohol mempunyai peranan penting dalam menurunkan resiko kanker, terutama kanker hati. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru, usus besar, ginjal, dan payudara. Seberapa banyak alkohol yang anda minum dan berapa lama anda telah mengkonsumsi alkohol mempengaruhi resiko anda terkena kanker.

Olahraga

Berolahraga dapat membuat anda tetap bugar dan dapat membantu anda menjaga berat badan. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya kanker terutama kanker usus besar, payudara, paru, prostat, dan ginjal. Selain itu, obesitas juga meningkatkan resiko diabetes.

Dianjurkan agar anda berolahraga selama 30 menit setiap harinya selama minimal 5 hari dalam seminggu.

 

Hindari Matahari

Salah satu kanker yang disebabkan oleh paparan sinar matahari adalah kanker kulit. Mengurangi paparan sinar matahari, terutama antara pukul 10.00 sampai pukul 16.00 adalah salah satu tindakan pencegahan yang baik. Sinar ultraviolet yang terdapat dalam sinar matahari dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit.

Bila anda harus bekerja di lapangan dan banyak terpapar dengan sinar matahari, gunakanlah baju lengan panjang dan celana panjang, yang dapat menutupi bagian tubuh anda sebanyak mungkin.

 

Imunisasi

Satu lagi cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko terkena kanker adalah dengan imunisasi. Imunisasi hepatitis B adalah salah satunya. Imunisasi ini dapat mencegah anda terkena hepatitis B, yang merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang menginfeksi hati yang menyebabkan peradangan kronis pada hati, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker hati.

Selain itu, imunisasi HPV juga mulai banyak dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi virus HPV pada leher rahim.

 

Perubahan Perilaku

Seks bebas dan pemakaian obat-obatan terlarang juga dapat meningkatkan resiko anda terkena kanker, selain HIV dan penyakit menular seksual. Berganti-ganti pasangan untuk berhubungan seksual dapat meningkatkan resiko anda terkena HIV dan HPV. Penderita HIV mempunyai resiko terkena kanker anus, hati, dan paru yang lebih tinggi daripada yang bukan penderita. HPV sendiri meningkatkan resiko terkena kanker serviks, dan juga kanker anus, vulva, vagina, penis, dan kerongkongan.

Pemakaian jarum suntik secara bergantian pada para pengguna obat terlarang meningkatkan resiko infeksi HIV dan hepatitis B dan C, yang meningkatkan resiko terkena kanker hati.