Deteksi Dini, Trauma Bisa Disembuhkan!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

180

Masih ingat bencana gempa yang menimpa Lombok pada bulan Agustus yang lalu? Atau bencana tsunami yang menimpa Aceh pada tahun 2004? Sebagai negara yang terletak pada lempeng dunia, berbagai bencana berpotensi terjadi di Indonesia. Bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kematian, tetapi juga berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Bagaimana bisa? Mari simak artikel berikut!

Gangguan Jiwa Pasca Bencana

Bencana terjadi tanpa dikira dan menyebabkan kerusakan yang besar. Korban bertahan hidup akibat bencana seringkali menanggung beban yang berat akibat rasa kehilangan rumah, harta, dan keluarga. Stresor besar yang muncul mendadak ini seringkali tidak dapat ditangani dengan baik oleh manajemen emosi dalam diri, sehingga menyebabkan gangguan kejiwaan di masa mendatang. Bentuk dari gangguan jiwa yang dapat terjadi pun bermacam-macam, mulai dari susah tidur, sedih berkepanjangan, depresi, hingga trauma.

Trauma yang terjadi akibat bencana, dalam bahasa medis, lebih dikenal sebagai post traumatic stress disorder (PTSD). PTSD dapat menyerang segala usia, akan tetapi anak-anak merupakan usia paling rentan mengalami PTSD ini.

Gejala PTSD

Saat evakuasi bencana dan pemulihan kondisi pasca bencana, PTSD seringkali luput dari perhatian. Tanpa penanganan yang tepat, PTSD dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang, hingga menyebabkan seseorang bunuh diri. Padahal, PTSD merupakan penyakit yang mudah untuk diobati dan dikendalikan.

Beberapa gejala dari PTSD antara lain:

  1. Perubahan sikap: seseorang yang mengalami PTSD biasanya berubah menjadi lebih pendiam, lebih tertutup, lebih mudah tersinggung, lebih senang menyendiri, serta berbagai pertilaku negatif lainnya. Perubahan sikap ini harus dibedakan dengan sikap bawaan sebelum seseorang tersebut mengalami bencana. Bantuan keluarga untuk mengenali perubahan sikap ini penting untuk mendeteksi dini kemungkinan seseorang mengalami PTSD.
  2. Perubahan psikologis: seseorang yang mengalami PTSD mudah teringat kejadian bencana atau kejadian yang menyebabkan trauma. Ingatan tersebut biasanya tergambar jelas, seolah kejadian tersebut berulang. Tidak jarang, karenanya, penderita PTSD bisa mendadak ketakutan, merasa cemas berlebihan, serta tidak mudah percaya pada orang lain.
  3. Perubahan perasaan: seseorang yang mengalami PTSD biasanya juga mengalami kehilangan rasa tertarik atau kehilangan minat pada kegiatan-kegiatan yang dulunya mereka suka, seperti hobi, pekerjaan, atau kebiasaan sehari-hari. Penderita PTSD lebih banyak menyendiri dan merasa bersalah, daripada melakukan aktivitas yang biasanya mereka lakukan. Tidak jarang, penderita PTSD juga merasa tidak berguna atau perasaan tidak diinginkan oleh lingkungan sekitar.
  4. Perubahan tidur: seseorang yang mengalami PTSD dapat mengalami insomnia yaitu ketidakmampuan untuk memulai tidur atau susah tidur, sering terbangun saat tidur, serta tidak memiliki kualitas tidur yang baik. Selain insomnia, mimpi buruk juga dapat muncul dan mengganggu seseorang dengan PTSD.

Bagaimana membedakan kesedihan biasa dengan PTSD?

Wajar apabila korban bencana merasakan kesedihan, lalu bagaimana membedakannya dengan PTSD? Rasa sedih yang muncul akibat bencana bisa saja memiliki gejala yang sama seperti PTSD, akan tetapi rasa sedih tersebut biasanya akan membaik kurang dari satu bulan. Meski demikian, hal tersebut sangat dipengaruhi oleh kamampuan beradaptasi masing-masing orang. Semakin baik kemampuan beradaptasi seseorang dalam menerima bencana yang telah terjadi, semakin cepat pula kesedihan tersebut hilang.

PTSD dapat diobati dan dikendalikan. Obat-obatan yang dapat menyeimbangkan perasaan serta kegiatan terapi pikiran dan perilaku dapat menjadi solusi untuk PTSD. Semakin dini deteksi PTSD, semakin baik pula hasil dari pengobatannya. Itulah mengapa, jangan ragu untuk melakukan konsultasi pada dokter apabila gejala-gejala PTSD di atas Anda temukan. (STE)

Sumber:

National Institute of Mental Health(NIMH). 2016. Post-Traumatic Stress Disorder. United States: National Institutes of Health (NIH), US Department of Health and Human Services. available on: https://nimh.nih.gov/health/topics/post-traumatic-stress-disorder-ptsd/index.shtml accessed on 15 September 2018


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store