Diare Dan Pencegahannya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

203

Apa sih pengertian diare?

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat). Kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya, lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam. Definisi lain yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari, dengan atau tanpa disertai lendir dan darah. Diare akut disebabkan oleh infeksi (bakteri, parasit, virus), keracunan makanan, efek obat-obatan dan lain-lain.

Apa saja bahaya diare?

Jika diare tidak diobati atau sudah diobati dan tidak menunjukkan kemajuan maka bisa mengalami kondisi yang berbahaya. Bahaya diare akut yang paling sering terjadi adalah dehirasi, namun jika dehidrasi ini berlanjut atau penanganannya tidak tepat, bisa menyebabkan syok, hingga berujung pada kematian.

Bagaimana pengobatan awal jika ada yang terkena diare?

  1. Memberikan oralit

Untuk mencegah dehidrasi segera berikan oralit pada penderita diare. Berikan pada penderita diare sesuai petunjuk yang tertera dalam kemasan. Oralit kini sangat mudah didapatkan di toko-toko obat.

  1. Berikan minum air putih lebih sering

Agar tidak terjadi dehidrasi, berikan minum lebih sering dari biasanya. Tidak perlu minum dalam jumlah banyak sekaligus karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman atau mual. Sebaiknya minum sedikit demi sedikit air putih dalam jumlah kecil, namun dengan intensitas yang lebih sering.

  1. Jangan lupa untuk memberikan suplemen zinc

Zinc juga berperan dalam mengatasi diare pada bayi dan anak-anak. Konsumsi zinc pada pasien diare dapat menurunkan jumlah ekskresi feses sampai 31%. Tidak hanya itu, frekuensi BAB juga berkurang sampai 40% dengan pemberian suplemen zinc. Menurut penelitian, pemberian larutan oralit dan pemberian sirup zinc secara terpisah telah terbukti lebih baik dalam mengatasi diare dibandingkan dengan pemberian larutan oralit saja.

  1. Pemberian obat anti diare

Untuk menghentikan diare, penderita dapat minum obat yang mengandung karbon adsorben (Norit), Kaolin, Attapulgit. Namun pemberian jenis obat, durasi, dan dosis penggunaannya harus di konsultasikan dengan dokter. Pengguaan obat anti diare tidak direkomendasikan pada anak-anak.

  1. Bawa segera ke dokter

Segera bawa penderita diare ke dokter, apabila ditemukan :

  1. Diare bercampur dengan darah atau berlendir dan sertai keluhan demam
  2. Tanda-tanda dehidrasi seperti warna urine menjadi lebih pekat atau gelap, jumlah dan frekuensi urine menurun, mudah mengantuk dan cepat lelah. Sedangkan pada anak-anak dan bayi, gejala-gejala dehidrasi antara lain: saat menangis tidak ada air mata, mata terlihat cekung ke dalam, menyusutnya ubun-ubun, kulit terasa dingin dan kering
  3. Keadaan tidak membaik dan frekuensi diare meningkat dalam tiga hari meski telah diberikan oralit, dan zinc. Jangan tunggu penderita diare kehilangan cairan tubuh yang lebih banyak.

Bagaimana pencegahannya?

Diare dapat dicegah antara lain dengan cara:

  1. Mencuci tangan dengan sabun pada lima waktu penting: 1) sebelum makan, 2) setelah buang air besar, 3) sebelum memegang bayi, 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan.
  2. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.
  3. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain).
  4. Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik.
  5. Memberikan ASI eksklusif pada bayi secara teratur, minimal selama 6 bulan.

Ayo cegah diare dengan menerapkan pola hidup bersih, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal kita. Salam sehat Pakdok! (SA/CM)

Daftar Pustaka

  1. 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: FKUI.
  2. Depertemen Kesehatan RI. 2009. Tatalaksana Penderita Diare. Diakses 19 April 2018.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store