DIET ASAM URAT: APA YANG PERLU DIHINDARI?

3

Hiperurisemia, adalah kelebihan asam urat dalam darah. Asam urat diproduksi melalui pemecahan purin yang ditemukan dalam makanan tertentu, dan juga dibentuk oleh tubuh. Setelah diproduksi, asam urat dibawa oleh darah dan melewati ginjal Anda, di mana sebagian besar disaring dan dibuang melalui urin. Peningkatan jumlah asam urat ini dapat merupakan hasil dari peningkatan produksi, penurunan pembuangan asam urat, atau kombinasi dari kedua proses tersebut. Hiperurisemia dapat menyebabkan artritis gout (penumpukan asam urat pada sendi) dan nefrolitiasis (batu ginjal). Hiperurisemia juga terlibat sebagai indikator untuk penyakit seperti sindrom metabolik, diabetes mellitus, penyakit kardiovaskular (jantung & pembuluh darah), dan penyakit ginjal kronis.

Sekitar satu dari lima orang di dunia memiliki kadar asam urat yang tinggi. Tetapi kebanyakan orang dengan kadar asam urat tinggi tidak  menunjukkan gejala. Gejala yang muncul pada artritis gout berupa sendi yang bengkak, nyeri, dan merah. Sedangkan gejala pada nefrolitiasis berupa nyeri tekan pada perut atau pinggang.

Sebagian besar hiperurisemia terjadi ketika ginjal tidak mengeliminasi asam urat secara efisien. Hal yang dapat menyebabkan masalah tersebut adalah makanan tinggi purin, obesitas, diabetes, mengonsumsi obat diuretik, dan terlalu banyak minum alkohol. Karena itu, mencegah dan mengobati hiperurisemia terutama terkait dengan mengontrol diet. Diet asam urat bertujuan untuk mencapai berat badan ideal, menghindari beberapa tetapi tidak semua makanan tinggi purin, menyertakan makanan yang dapat menurunkan kadar asam urat.

Diet yang perlu dihindari, di antaranya:

  1. Jeroan; kurangi konsumsi hati, empela, usus, karena makanan tersebut mengandung kadar purin yang sangat tinggi.
  2. Daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan babi.
  3. Ikan laut; kerang, sarden, dan tuna adalah jenis seafood yang mengandung purin yang jauh lebih tinggi dibandingkan seafood lain. Tetapi manfaat kesehatan keseluruhan dari makan ikan mungkin lebih besar daripada risikonya bagi penderita artritis gout. Konsumsi ikan dalam porsi sedang masih dapat ditolerir.
  4. Sayuran, seperti bayam dan asparagus mengandung tinggi purin. Tetapi menurut penelitian, konsumsi sayuran ini tidak meningkatkan resiko gout.
  5. Alkohol. Bir dan minuman keras yang disuling dikaitkan dengan peningkatan resiko gout dan serangan berulang dari gout.
  6. Makanan & minuman manis. Hindari atau kurangi makanan yang banyak mengandung gula seperti sereal manis, roti, dan permen. Selain itu kurangin minum jus buah.

Diet yang baik bagi penderita hiperurisemia:

  1. Air putih. Minum banyak air dan tetap terhidrasi adalah penting untuk penderita gout. Usahakan untuk minum setidaknya 3-4 liter air setiap hari. Air putih dapat mencegah penumpukan asam urat dengan membantu membuangnya dari tubuh.
  2. Buah yang kaya vitamin C. Beberapa buah seperti Jeruk, Stroberi, Paprika, Nanas, dan Ceri dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan obat-obatan. Tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan terkait fungsi buah-buahan ini untuk hiperurisemia. (BEL)

Sumber:

  1. Mayo Clinic Staff. 2018. Gout Diet: What’s Allowed, What’s Not. Available at: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gout-diet/art-20048524
  2. American Kidney Fund. Foods and Drinks to Avoid When You Have Gout. Available at: http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/complications/gout/diet-for-gout/
  3. Lohr, JW. 2018. Hyperuricemia. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/241767-overview
  4. Mayo Clinic Staff. 2018. High Uric Acid Level. Available at: https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-uric-acid-level/basics/causes/sym-20050607