Diet Karbo Tanpa Nasi Dari Perspektif Medis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

194

Nasi adalah makanan paling penting dan paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Nasi merupakan makanan pokok dan salah satu bahan sereal penting, terutama untuk orang-orang di Asia, tetapi tahukah Anda bahwa konsumsi di luar Asia semakin lama juga semakin meningkat.

Ada beberapa perhatian penting pada kandungan nasi yang saat ini tengah ramai dibicarakan. Indeks glikemik adalah salah satu isu populer di dunia, sehingga banyak orang mulai berpikir ulang untuk mengkonsumsi nasi. Indeks glikemik adalah peringkat karbohidrat pada skala dari 0 hingga 100 sesuai dengan kemampuan menaikkan kadar gula darah (glukosa) setelah makan. Makanan dengan index glikemik tinggi adalah jenis makanan yang cepat dicerna, diserap dan dimetabolisme lalu menghasilkan fluktuasi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (glukosa). Karbohidrat dengan indeks glikemik rendah menghasilkan fluktuasi yang lebih kecil dalam kadar glukosa darah dan hormon insulin Anda. Karbohidrat dengan indeks glikemik rendah ini adalah salah satu rahasia kesehatan jangka panjang karena mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Karbohidrat jenis ini juga merupakan salah satu kunci untuk mempertahankan berat badan.

Apakah mengurangi karbohidrat merupakan pilihan diet yang tepat?

Selama tiga dekade terakhir, sebelum diet rendah karbohidrat menjadi sebuah obsesi untuk menurunkan berat bada, data-data menyatakan bahwa secara normal populasi manusia kini semakin lama memiliki tren dengan rata-rata berat badan yang semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola makan yang signifikan terjadi baik pada pria dan wanita. Tahukah Anda bahwa :

  1. Asupan kalori rata-rata untuk pria naik dari 2.450 menjadi 2.618 kkal / hari. Untuk perempuan, naik dari 1.502 menjadi 1.877 kkal / hari.
  2. Persentase kalori dari karbohidrat juga meningkat hampir 7% pada pria dan 6% pada wanita (meningkat 68g dan 62g).
  3. Persentase kalori dari lemak jenuh menurun dari 13 menjadi 11% untuk pria dan wanita

Jadi, secara wajar kita makan lebih banyak kalori, dan lebih banyak kalori tersebut didapatkan dari karbohidrat. Lantas, apakah karbohidrat benar-benar merupakan pilihan yang buruk atau kita yang salah dalam memilih jenis karbohidrat yang dimakan?

Orang-orang dengan diet rendah karbohidrat percaya bahwa karbohidrat — bukan kalori — menyebabkan penambahan berat badan. Mereka pun percaya bahwa manusia dapat menurunkan berat badan dengan cara mengurangi karbohidrat tanpa perlu mengurangi jumlah asupan kalori total. Sehingga, justru kini lebih banyak orang yang tidak mengkonsumsi nasi namun menaikkan konsumsi daging, steak dan jenis makanan lain yang menghasilkan jumlah kalori total yang lebih tinggi. Apakah ini merupakan pilihan yang bijak?

Diet rendah karbohidrat dari kacamata medis

Literatur ilmiah tidak secara jelas menjabarkan tentang pengaruh diet rendah karbohidrat dalam penurunan berat badan. Pada penelitian mengenai diet rendah karbohidrat, tinggi protein, tinggi lemak yang dibandingkan dengan diet rendah kalori, tinggi karbohidrat, rendah lemak, didapatkan penurunan berat badan awal yang lebih besar pada diet rendah karbohidrat, namun setelah penelitian dilakukan selama 1 tahun, tidak ada perbedaan dalam penurunan berat badan antara kedua kelompok diet tersebut. Jadi, rendah karbohidrat ataukah rendah kalori?

Perlu dipahami bahwa tidak ada bukti yang jelas untuk mendukung diet rendah karbohidrat sebagai cara untuk mempertahankan kesehatan dalam jangka panjang ataupun alternatif penurunan berat badan. Tidak semua karbohidrat memiliki indeks glikemik maupun kandungan nutrisi yang sama. Memilih karbohidrat kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, serta makanan yang rendah lemak jenuh.

Catatan penting!

Kunci untuk menurunkan berat badan adalah memastikan bahwa Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda pergunakan dalam aktivitas sehari-hari. Jika menghindari roti, nasi dan pasta membantu Anda mengkonsumsi lebih sedikit kalori, maka berat badan Anda akan turun. Namun, pada orang yang mengganti jenis makanan ini dengan makanan berkalori tinggi lainnya, tidak akan mengalami penurunan berat badan, bahkan, dapat menambah berat badan. Jadi, apakah mengurangi nasi dapat membantu menurunkan berat badan? Semua tergantung dari pola makan Anda! (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Rohman, A., Siti Helmiyati, Mirza Hapsari, Dwi Larasati Setyaningrum. 2014. Rice in health and nutrition. International Food Research Journal 21(1): 13-24.
  2. THE UNIVERSITY OF SYDNEY. 2017. About Glycemic Index, tersedia di https://glycemicindex.com/about.php
  3. Jennifer B. Marks. 2004. The Weighty Issue of Low-Carb Diets, or Is the Carbohydrate the Enemy? Clinical Diabetes Oct 2004, 22 (4) 155-156; DOI: 10.2337/diaclin.22.4.155

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store