DIET SEHAT UNTUK KADAR KOLESTEROL TINGGI

62

Kolesterol memang menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia. Belum cukup banyak suara-suara yang menyerukan untuk mengajak memilih makanan yang sehat. Pola pikir orang Indonesia masih banyak bergantung pada melakuakan terapi daripada melakukan pencegahan. Padahal secara ekonomi, baik untuk negara maupun untuk masyarakat sendiri, pencegahan memiliki banyak kelebihan, mulai dari lebih murah secara biaya, menghilangkan dampak psikologi dari sakit, hingga memberikan harapan hidup serta kualitas hidup yang lebih baik. Perlu dipahami bersama bahwa kolesterol jika ditemukan pada tubuh dalam jumlah yang lebih banyak daripada level normal akan menyebabkan berbagai penyakit berbahya yang menjadi pembunuh terbanyak di dunia seperti penyakit jantung koroner dan stroke. Walaupun begitu, kolesterol tidak harus selalu dijauhi, kolesterol masih dibutuhkan dalam jumlah yang cukup untuk kesehatan sel tubuh. Jadi bagaiamana cara mengatur diet yang baik untuk kadar kolesterol yang tinggi?

Kolesterol yang sering menjadi acuan dalam dunia kedokteran ada tiga yaitu LDL (low density lipoprotein), HDL (high density lipoprotein) dan TG (trigliserida). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat, jenis kolesterol ini dapat menumpuk pada pembuluih darah dan menyebabkan kebutuan. Kebuntuan pembuluh darah akan menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung koroner dan stroke. TG adalah jenis koleterol yang juga dapat menempel pada pembuluh darah jika terlalu banyak ditemukan pada darah. Sementara HDL adalah kolesterol baik yang akan membantu mengangkut LDL, TG, maupun kolesterol lain untuk kemudian dibuang. Jadi jika didapatkan kadar HDL yang tinggi pada darah maka hal tersebut akan membantu pasien jadi lebih sehat. Penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol yang tinggi dinamakan dislipidemia. Secara umum dislipidemia ditegakkan ketika level LDL dan TG tinggi, dan level HDL rendah. Dislipidemia umumnya tidak memiliki gejala. Diagnosis ditegakkan berdasarkan screening yang dilakukan lima tahun sekali dan dimulai sejak usia di atas 20 tahun. Dislipidemia juga dapat muncul (selain dari diet tinggi kolesterol) jika pasien menderita obesitas, diabetes melitus, usia tua, merokok, dan kurang berolahraga.

Untuk mengatasi penyakit tinggi kolesterol upaya hidup sehat harus dilakukan tidak hanya dengan diet rendah kolesterol namun juga harus mengeliminasi faktor risiko lain yang sudah disebutkan di atas. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah tingginya kolesterolpada darah:

  • Diet rendah garam dan banyak sayuran
  • Diet rendah lemak jenuh (menghindari kuning telur, daging berlemak, kulit ayam, udang, cumi, jeroan)
  • Konsumsi lemak baik seperti ayam tanpa kulit, kacang-kacangan, oncom, tempe, tahu dan susu rendah lemak
  • Turunkan berat badan dan kurangi konsumsi alkohol
  • Berolahraga minimal 30 menit setiap 2 hari
  • Masak dengan merebus, mengukus, dan memanggang. Hindari menggoreng. Jika terpaksa menggoreng, lakukan dengan minyak secukupnya.(RPG)

Sumber

CLEVELAND CLINIC. 2017. Cleveland Clinic.

. [Accessed 28 May 2019]. Available from World Wide Web: <https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11920-cholesterol-numbers-what-do-they-mean>

KEMENKES. 2011. Kementrian Kesehatan RI.

. [Accessed 05 May 2019]. Available from World Wide Web: <http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/08/Brosur-Diet-Rendah-Lemak-dan-Kholesterol1.pdf>

MAYO CLINIC. 2019. Mayo Clinic Site. [online]. [Accessed 28 May 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800>

 WHO. 2008. WHO Site. [online]. [Accessed 28 May 2019]. Available from World Wide Web: https://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/cholesterol_text/en/>