Diet Tinggi Protein, Amankah?

151

Menurunkan berat badan dengan mengkonsumsi diet tinggi protein (steak, burger, dan daging asap) dan rendah karbohidrat dapat sangat menggoda bagi para pecinta daging. Walaupun dapat membantu menurunkan berat badan, anda harus mengetahui resiko dan manfaat diet ini sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Berapa Banyak Protein yang Diperlukan?
Pada diet tinggi protein, separuh dari kalori harian anda harus berasal dari protein. Sebagian besar protein ini biasanya berasal dari berbagai produk hewani seperti daging, telur, dan keju.

Apakah Diet Tinggi Protein Dapat Berhasil Menurunkan Berat Badan?
Saat anda mengurangi konsumsi karbohidrat, maka berat badan anda akan turun dengan cepat karena anda mengalami kehilangan air atau cairang tubuh. Kemudian, karena tubuh tidak memiliki cukup banyak karbohidrat yang diperlukannya, maka tubuh akan mulai memetabolisme lemak untuk memperoleh tenaga yang diperlukan dan menyebabkan keadaan ketosis.

Walaupun diet ini membuat anda tidak dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan seperti sereal, gandum, buah-buahan, dan sayuran; akan tetapi menurut para ahli diet tinggi protein rendah karbohidrat ini dapat berhasil menurunkan berat badan anda.

Apakah Aman?
Walaupun dapat membantu menurunkan berat badan, para ahli dan The American Heart Association tidak menganjurkan anda untuk melakukan diet tinggi protein ini. Karena mengkonsumsi terlalu banyak daging berlemak dan susu serta produk olahannya dapat meningkatkan kadar kolesterol dan resiko terjadinya penyakit jantung.

Para ahli masih mengkhawatirkan keamanan diet tinggi protein, terutama bila berlangsung dalam waktu lama. Selain meningkatnya resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke, diet tinggi protein juga dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis dan gangguan ginjal bila berlangsung dalam waktu lama.
Kurangnya konsumsi sayuran dan gandum akan membuat tubuh anda kekurangan serat dan berbagai nutrisi penting lainnya. Akan tetapi, diet tinggi protein dapat membantu anda mengatasi obesitas. Diet yang tidak terlalu ketat, dengan tidak mengkonsumsi lemak, tetapi tidak menyingkirkan karbohidrat secara menyeluruh mungkin akan lebih aman bagi kesehatan anda.

Sumber: medicinenet