DIET UNTUK PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK

45

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuannya untuk menyaring cairan dan sisa-sisa zat hasil metabolisme tubuh. Pada penderita PGK terjadi beberapa kondisi seperti gangguan ekskresi elektrolit, defisiensi vitamin, gangguan hormon, dan malnutrisi protein.

Untuk penderita gagal ginjal kronis, harus menjalani diet dengan beberapa tujuan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan menjaga agar pasien gagal ginjal tetap dapat beraktivitas seperti orang normal dan juga melakukan diet agar status gizi optimal serta mengontrol BB (mencegah kenaikan berat badan berlebih), dan mencegah perburukan komplikasi.

Diet ini diberikan pada pasien bila penurunan fungsi ginjal tahap akhir dengan hasil tes kliren kreatinin < 15 ml/ menit membutuhkan terapi hemodialisis.

Prinsip Diet:

  1. Energi cukup, yaitu 35 kkal/kgBB
  2. Protein rendah, yaitu 0,6-0,8 g/kgBB.
  3. Lemak Cukup, yaitu 20%-30% dari kebutuhan energi total.
  4. Karbohidrat cukup, yaitu kebutuhan energi total dikurangi energi yang berasal dari protein dan lemak.
  5. Garam dibatasi terutama bila ada hipertensi, penimbunan cairan dalam jaringan tubuh (edema), dan asites (perut membesar).
  6. Kalium dibatasi (40-70 mEq, 1,5-3,5 gr/hari) apabila ada hiperkalemia (kalium darah >5,5 mEq).
  7. Cairan dibatasi, sebanyak jumlah urin sehari ditambah pengeluaran cairan melalui keringat dan pernapasan (insensible water loss/IWL ±500ml).
  8. Vitamin cukup, bila perlu diberikan suplemen vitamin B6, vitamin B9, vitamin C max 100 mg/hari, dan vitamin D.
  9. Kalsium 1000mg/hari
  10. Perhatikan nutrisi yang dimakan atau melalui infus disesuaikan dengan kondisi pasien.

Makanan yang dianjurkan:

  • Sumber karbohidrat: nasi, roti putih, mie, makaroni, spageti, sagu, lontong, bihun, jagung, makanan yang dibuat dari tepung-tepungan, gula, madu, sirup, jam, permen, dll.
  • Sumber protein: telur, ayam, daging, ikan, hati, susu skim, susu full krim, es krim, yogurt, kerang, cumi, udang, kepiting, lobster, sesuai anjuran.
  • Buah-buahan: nanas, pepaya, jambu biji, sawo, pear, strawberi, apel, anggur, jeruk manis, dll. Dalam jumlah sesuai anjuran
  • Sayur-sayuran: ketimun, terung, tauge, buncis, kangkung, kacang panjang, kol, kembang kol, slada, wortel, jamur dll dalam jumlah sesuai anjuran.

Makanan yang perlu dibatasi:

  • Bahan makanan tinggi kalium bila hiperkalemia : alpokat, pisang, belimbing, durian, nangka, kailan, daun singkong, paprika, bayam, daun pepaya, jantung pisang, kelapa, kacang tanah, kacang hijau, kentang, ubi, singkong, pengganti garam yang menggunakan kalium.
  • Air minum dan kuah sayur yang berlebihan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Makanlah secara teratur, porsi kecil sering
  • Untuk meningkatkan nafsu makan pasien, hidangkan makanan dalam bentuk menarik, diupayakan sesuai kesukaan pasien
  • Untuk membatasi banyaknya jumlah cairan, masakan lebih baik dibuat dalam bentuk tidak berkuah misalnya: ditumis, dikukus, dipanggang, dibakar, digoreng.
  • Bila ada edema, tekanan darah tinggi, perlu mengurangi garam dan menghindari bahan makanan sumber natrium lainnya, seperti minuman bersoda, minuman kemasan yang diawetkan selain air mineral, kaldu instan, ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan, vetsin, bumbu instan.
  • Makanan tinggi kalori seperti sirup, madu, permen, dianjurkan sebagai penambah kalori, hendaknya tidak diberikan dekat waktu makan, karena dapat mengurangi nafsu makan.
  • Untuk meningkatkan cita rasa, gunakanlah lebih banyak bumbu-bumbu seperti bawang, jahe, kunyit, salam, dll. (PP)

Referensi:

  1. Soeng S, dkk. 2015. Kapita Selekta Ginjal dan Cairan Tubuh.
  2. Kementrian Kesehatan RI. 2011. Diet Penyakit Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis.
  3. Nutrition and Chronic Kidney Disease. National Kidney Foundation, 1998-2006. www.kidney.org