Dingin Itu Menyiksa!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

300

Pada saat cuaca dingin atau musim hujan, kadang kita merasa kedinginan. Bagi sebagian orang solusinya sangat mudah; minum air hangat kemudian segera mencari jaket atau pakaian yang tebal. Problem solved. Tetapi, bagi sebagian orang, solusinya tidak semudah itu, dingin dapat memicu reaksi alergi dan menyiksa.

Kenalilah gejalanya!

Manifestasi tersering dari alergi dingin adalah manifestasi kulit berupa urtikaria. Urtikaria tampak sebagai bilur di kulit yang berwarna merah atau putih yang terasa gatal. Bilur ini dapat muncul di satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ukuran dan bentuk bilur pun bisa berbeda-beda, dari beberapa millimeter hingga sebesar tangan.

Gejala lain yang lebih berat berkaitan dengan gejala pada saluran nafas hingga reaksi sistemik. Gejala pada saluran nafas meliputi hidung buntu, bibir bengkak, hingga sesak nafas, sementara gejala sistemik bervariasi dari rasa “melayang” (lightheaded), penurunan tekanan darah, hingga passing out.

Penyebab Alergi Dingin

Penyebab alergi dingin masih belum diketahui secara pasti, beberapa sumber menyebutkan bahwa bisa jadi faktor genetika, virus, atau penyakit tertentu memberikan kontribusi.

Alergi dingin sering dijumpai pada anak-anak dan remaja, tapi sering membaik dengan sendirinya dalam beberapa tahun. Selain itu, ada beberapa penyakit yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin, misalnya hepatitis atau keganasan. Riwayat infeksi saluran nafas sebelumnya juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya alergi dingin, misalnya pneumonia atau radang  paru-paru. 

Diagnosa Alergi Dingin

Diagnosis alergi dingin dilakukan dengan penggunaan es batu berbentuk kotak atau tes pencelupan ke air es, di mana reaksi alergi muncul pada kulit yang terbuka 10 hingga 20 menit. Namun, dokter mungkin menyarankan permeriksaan tambahan seperti tes darah atau tes pemeriksaan penunjang lainnya, untuk mengetahui jika alergi dingin disebabkan oleh penyakit lain,.

Pengobatan Alergi Dingin

Obat yang biasanya diberikan oleh dokter adalah obat golongan antihistamin. Namun, jika penggunaan antihistamin dengan dosis lazim (biasa), tidak efektif, maka biasanya diberikan obat antihistamin non-sedatif dengan dosis tinggi.

Pencegahan Alergi Dingin

  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman dingin untuk mencegah membengkaknya tenggorokan.
  • Sebelum terpapar cuaca dingin, disarankan untuk mengonsumsi antihistamin.
  • Lindungi kulit dari suhu yang menurun drastis atau cuaca dingin.
  • Jika akan menjalani operasi di ruang operasi, beri tahu dokter atau tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya bahwa anda sering mengalami alergi dingin.

Jadi, sekarang kita sudah tahu ternyata suhu yang dingin bisa juga membuat kita mengalami reaksi alergi. Jangan menunda berkonsultasi dengan dokter apabila gejala yang timbul akibat alergi bertahan lama atau jika mulai timbul gejala susah bernafas. (LM/CM)

Referensi

  1. Claudy, A. (2001). Cold Urticaria. Journal Of Investigative Dermatology Symposium Proceedings, 6(2), 141-142. https://dx.doi.org/10.1046/j.0022-202x.2001.00028.x
  2. Greene, D. (2018). Cold Allergies: What can be done about them? – DrGreene.com. DrGreene.com. Retrieved 18 April 2018, from https://drgreene.com/qa-articles/cold-allergies/
  3. Neittaanmäki, H. (1985). Cold urticaria. Journal Of The American Academy Of Dermatology, 13(4), 636-644. https://dx.doi.org/10.1016/s0190-9622(85)70208-3

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store