Disfungsi Ereksi Pada Penderita Diabetes

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

411

GORONTALO – Seks merupakan bagian penting dari kebutuhan dasar manusia. Tidak terpenuhinya kebutuhan seks dapat menimbulkan rasa bersalah dan penolakan sehingga menyebabkan permasalahan dalam keharmonisan hubungan pasangan. Berdasarkan data dari Sexual Dysfunction Association (2009), yang disampaikan oleh Phillip & Khan (2010), masalah seksual dapat terjadi pada sekitar 50% wanita dan > 50% pada pria. Pada pria, gangguan fungsi seksual yang dialami antara lain gangguan hasrat seksual, gangguan/disfungsi ereksi, ejakulasi dini dan orgasme.

Disfungsi ereksi atau yang sering dikenal dengan istilah impoten merupakan salah satu ketakutan terbesar yang dialami pria. WHO memperkirakan ada sekitar 300 juta pria di dunia akan mengalami disfungsi ereksi di tahun 2025. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis untuk melakukan sanggama yang memuaskan dan keluhan tersebut selama 3 bulan. Kompleksitas masalah disfungsi seksual pada pria ini disebabkan karena berbagai hal, baik internal maupun estrernal, termasuk pandangan tentang seksualitas. Menurut pria, seks adalah salah satu hal penting dalam hidupnya, jika terjadi kesulitan dan gangguan fungsi seksual maka hidup pria “seakan kiamat” dan terjadi perubahan secara signifikan yang sangat berpengaruh pada fisik dan psikis pria, serta merubah pola kesejahteraan hidupnya.

Salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi pada pria adalah penyakit Diabetes Melitus.

Diabetes mellitus adalah suatu keadaan dimana terdapat kadar gula berlebihan dalam darah yang dapat mengakibatkan komplikasi berupa penyakit-penyakit kronis seperti penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah serta disfungsi seksual yang dapat berupa disfungsi ereksi.

Bagi penderita dengan gula darah mencapai 400 mg/dl, hampir semua individu sudah mengalami disfungsi ereksi atau impotensi, minimal untuk sementara. Jika gula darahnya tidak dikontrol dibawah 200 mg/dl, maka neuropati akan terus berkembang yang akan sulit disembuhkan. Keadaan gula darah yang naik sampai 400 mg/dl dan menyebabkan disfungsi ereksi secara tiba-tiba, bukanlah kasus karena neuropati, akan tetapi disebabkan oleh terganggunya system dalam endotel yang menyebabkan ereksi tidak terjadi.  Jadi Diabetes Melitus atau kencing manis dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi secara pelan-pelan karena neuropati, tetapi bisa juga tiba-tiba karena gangguan pada endotel.

Apa yang harus dilakukan oleh pasangan suami istri jika pasangannya menderita disfungsi ereksi? Perbaiki komunikasi secepatnya dan bicarakan dengan pasangan masalah yang dihadapi, komunikasikan pula dengan dokter. Komunikasi yang baik antara dokter – pasien – dan pasangan sangat diperlukan sehingga informasi dapat berlangsung dua arah.

Ada beberapa jenis pengobatan yang tersedia untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, diantaranya adalah terapi obat oral (obat minum), terapi dengan menggunakan alat vakum konstriksi, terapi obat intrauretral, terapi injeksi intrakavernosal, memasang prosthesis penis, terapi dengan operasi pembuluh darah arteri dan vena penis dan ada pula terapi psikoseksual. Setiap terapi mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing. Untuk penderita Diabetes Melitus selain terapi yang telah disebutkan diatas, direkomendasikan adanya tindak lanjut tindakan kedokteran maupun asuhan keperawatan tentang kebutuhan seksual.  Sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap terkontrol dengan cara konsumsi obat secara teratur sesuai petunjuk dokter, menjaga diet dengan gizi seimbang dan tetap menerapkan pola hidup sehat. (EDA)

Sumber :

  • Febson FD, et al. 2003. Do impotent men with diabetes have more severe erectile dysfunction and worse quality of life than the general population of impotent patients. Diabetes Care Volume 26 Number 4.
  • Warsono, Permana I. 2017. Gambaran pasien diabetes mellitus dengan disfungsi ereksi. Jurnal Care Vol. 5 No. 2.
  • Susanto LTM. Sildenafil dalam penatalaksanaan disfungsi ereksi. Bagian Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store