DISLOKASI SENDI

5

Definisi

Dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang membutuhkan pertolongan segera. Dislokasi sendi atau luksasio adalah tergesernya permukaan tulang yang membentuk persendian terhadap tulang lain. Dislokasi ini dapat terjadi pada komponen tulangnya saja yang bergeser atau seluruh komponen tulang terlepas dari tempat yang seharusnya. Dislokasi paling sering terjadi pada bahu dan jari. Bagian tubuh lainnya yang biasa mengalami dislokasi adalah siku, lutut, dan panggul.

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya dislokasi sendi antara lain sebagai berikut:

  • Olah raga yang paling sering menyebabkan dislokasi antara lain: sepak bola, ski, senam, volley, basket, dll.
  • Trauma juga dapat menyebabkan terjdinya dislokasi, terutama benturan keras pada sendi saat kecelakaan motor, terjatuh dari tangga, atau terjatuh saat berdansa diatas lantai yang licin. 
  • Terjadinya robekan ligament dan kapsul pembungkus sendi
  • Keturunan, yang mempengaruhi kondisi ligamen menjadi lebih lemah sejak lahir.

Gejala dislokasi sendi

  • Nyeri akut.
  • Perubahan permukaan sendi.
  • Perubahan panjang tangan atau kaki dibandingkan dengan bagian lainnya.
  • Perubahan sumbu tulang yang mengalami dislokasi.
  • Deformitas atau bentuk yang tidak normal pada persendiaan.
  • Gangguan gerakan.
  • Pembengkakan.  
  • Kekakuan.

Komplikasi

Komplikasi Dini:

  1. Cedera saraf pasien tidak dapat mengkerutkan otot deltoid pada bahu dan mungkin terdapat daerah kecil yang mati rasa pada otot tesebut.
  2. Cedera pembuluh darah.
  3. Fraktur dislokasi.

Komplikasi Lanjut:

  1. Kekakuan sendi.
  2. Dislokasi yang berulang.
  3. Kelemahan otot.

Pengobatan dan Penanganan Dislokasi Sendi

Prinsip penanganan yang dilakukan dokter pada kasus dislokasi adalah sebagai berikut:

  • Reduksi, yaitu suatu tindakan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.
  • Imobilisasi, yaitu suatu tindakan untuk menghambat gerak sendi dengan menggunakan penyangga sendi, seperti gips, selama beberapa minggu. Tindakan ini dilakukan setelah tulang dikembalikan ke posisi semula.
  • Operasi, yaitu suatu tindakan yang dilakukan jika tulang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula atau jika terdapat kerusakan pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan sendi yang mengalami dislokasi.
  • Rehabilitasi, yaitu suatu program yang dijalani penderita setelah penyangga sendi dilepas, untuk memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendinya.

Beberapa langkah penanganan lainnya yang dapat dilakukan untuk membantu proses penyembuhan, antara lain:

  • Mengistirahatkan sendi yang mengalami dislokasi, dengan tidak banyak menggerakkan sendi yang cedera dan menghindari gerakan yang memicu rasa nyeri.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, jika diperlukan untuk meredakan rasa nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Mengompres sendi dengan es pada 1-2 hari pertama untuk mengurangi nyeri dan peradangan, serta mengompres sendi dengan air hangat pada hari-hari selanjutnya untuk membantu melemaskan otot-otot yang tegang dan nyeri.
  • Melatih sendi yang mengalami dislokasi secara bertahap, dimulai dengan latihan ringan sesuai anjuran dokter, untuk mencegah kekakuan sendi. (PUT/STE)

Referensi:

  1. Aston, J N. 1999. Kapita Selekta Traumatologik dan Ortopedik. Jakarta : EGC.
  2. American Academy of Orthopaedic Surgeons (2017). Dislocated Shoulder.