Endometriosis, Berbahayakah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

124

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim (endometrium) tumbuh dan menumpuk di luar rahim. Dalam keadaan normal, jaringan dinding rahim akan menebal ketika Anda akan mengalami ovulasi atau pembuahan. Hal ini terjadi sebagai upaya persiapan agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan. Bila tak ada pembuahan, endometrium yang telah menebal akan luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah. Nah, saat itulah Anda mengalami haid.

Endometriosis adalah penyakit yang sering terjadi pada wanita berusia 30 hingga 40 tahun. Meski begitu, penyakit ini juga dapat terjadi pada wanita dengan usia berapa saja. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai endometriosis, simak artikel berikut!

Gejala-gejala Endometriosis

Meski umumnya tidak tergolong mematikan, penyakit menahun ini dapat menyebabkan gejala yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari pengidapnya. Gejala endometriosis yang paling sering terasa adalah sakit yang luar biasa pada saat haid. Selain itu, beberapa penderita endometriosis juga merasakan sakit saat buang air besar dan kecil ataupun saat berhubungan seks. Di samping itu, pengidap endometriosis juga bisa mengalami pendarahan haid yang berlebihan ataupun perdarahan di tinja atau urine.

Pengaruh endometriosis berbeda-beda pada tiap wanita. Terkadang beberapa wanita bahkan sama sekali tidak merasakan gejala apa-apa, karena itu, sangat penting bagi Anda untuk tidak meremehkan rasa sakit yang mendadak muncul atau melebihi dari biasanya pada saat haid. Segera periksakan diri ke dokter jika merasakan gejala yang tidak seperti biasanya.

Penyebab pasti terjadinya endometriosis belum diketahui hingga kini, sehingga langkah penanganan endometriosis yang akurat pun belum ditemukan. Beberapa pakar percaya bahwa endometriosis berhubungan dengan genetik dan faktor hormonal. Meski demikian, begitu banyak faktor lain yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya endometriosis.

Akibat belum diketahuinya penyebab pasti endometriosis, maka tujuan pengobatan dari endometriosis hingga saat ini adalah untuk mengurangi gejala agar tidak mengganggu rutinitas sehari-hari pengidap. Rasa sakit luar biasa saat haid yang menjadi gejala utama penyakit ini dapat dikurangi dengan obat pereda sakit atau terapi hormon. Penanganan dengan operasi juga bisa dilakukan untuk mengangkat jaringan endometriosis, terutama untuk pengidap endometriosis yang berencana memiliki anak lagi.

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Anda merasakan sakit saat menstruasi, padahal sebelumnya tidak pernah
  • Aktivitas sehari-hari terganggu dengan rasa sakit
  • Anda merasakan sakit saat berhubungan seks
  • Anda merasakan sakit saat buang air kecil, terdapat darah pada urine, atau tidak dapat mengendalikan aliran urine
  • Anda tidak subur, alias tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan

Diskusikan pula dengan dokter seputar faktor risiko terjadinya endometriosis yang ada pada Anda, agar Anda dapat meminimalisir terjadinya endometriosis dengan memodifikasi faktor risiko yang dapat diubah; seperti gaya hidup. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store