ENDOSKOPI

35

Endoskop merupakan alat berbentuk seperti selang lentur yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya, yang dapat disambungkan ke monitor untuk memproyeksikan gambar yang ditangkap. Endoskop dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui rongga tubuh, seperti mulut, hidung, anus, atau melalui irisan kulit yang dibuat khusus untuk endoskopi.

Berdasarkan organ tubuh yang diamati, endoskopi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Artroskopi, untuk mengamati kondisi bagian dalam sendi.
  • Bronkoskopi, untuk mengamati kondisi bronkus atau saluran pernapasan yang menuju paru-paru.
  • Kolonoskopi, untuk mengamati kondisi usus besar.
  • Enteroskopi, untuk mengamati kondisi usus halus.
  • Gastroskopi, untuk mengamati kondisi kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari.
  • Histeroskopi, untuk mengamati kondisi rahim.
  • Laparoskopi, untuk mengamati kondisi organ dalam rongga perut atau panggul.
  • Laringoskopi, untuk mengamati kondisi pita suara dan laring.
  • Mediastinoskopi, untuk mengamati kondisi organ tubuh dalam rongga
  • Sistoskopi, untuk mengamati kondisi saluran kencing dan kandung kemih.
  • Ureteroskopi, untuk mengamati kondisi saluran kencing dari ginjal menuju kandung kemih.

Indikasi Endoskop

  • Keluhan saluran pencernaan, seperti BAB atau muntah darah, diare atau muntah terus menerus, nyeri perut, berat badan menurun, disfagia, serta rasa panas di ulu hati.
  • Batuk darah atau batuk lama.
  • Keluhan saluran kemih, seperti BAK berdarah atau mengompol.
  • Keguguran berulang atau perdarahan dari vagina.
  • Memperbaiki kerusakan pada sendi melalui
  • Membuang batu empedu, atau memasang stent pada saluran empedu atau pankreas yang menyempit, melalui endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).
  • Menghancurkan batu saluran kemih dan memasang stent pada saluran kencing, melalui ureteroskopi.
  • Mengangkat usus buntu yang mengalami peradangan pada penderita penyakit usus buntu
  • Mengangkat tumor di rahim melalui
  • Menyumbat perdarahan pada penderita tukak lambung.

Peringatan Endoskop

  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Robeknya organ.
  • Demam.
  • Nyeri terus-menerus pada daerah tindakan.
  • Pembengkakan dan kemerahan pada daerah kulit yang disayat.

Persiapan Endoskopi

Beberapa prosedur endoskopi memerlukan pasien untuk berpuasa setidaknya 12 jam sebelum dilakukan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan pencahar atau obat pencuci perut untuk mengosongkan saluran pencernaan dari feses dan sisa makanan.

Prosedur Endoskopi

Pasien akan diberikan obat bius, untuk membuat daerah tindakan mati rasa. Jika diperlukan, dokter akan memberikan obat penenang untuk membantu pasien rileks selama menjalani prosedur ini..

Setelah bagian tubuh  mati rasa, endoskop dapat dimasukkan melalui lubang yang ada di tubuh, seperti tenggorokan, anus, atau saluran kencing. Pada jenis endoskopi yang tidak dapat dilakukan melalui lubang tubuh, seperti laparoskopi atau artroskopi, dokter dapat membuat sayatan kecil dari kulit sebagai jalan masuk endoskop ke dalam tubuh.

Untuk saluran pencernaan, teknologi terbaru memungkinkan melihat saluran pencernaan tanpa perlu memasukkan selang endoskop. Hal ini dilakukan dengan menelan kapsul yang dipasang kamera untuk melihat kondisi saluran pencernaan. Gambar yang ditangkap oleh kamera akan otomatis dipindahkan ke komputer, secara nirkabel, sehingga dapat dilihat melalui monitor komputer. Kapsul tersebut akan terbuang secara alami saat pasien buang air besar. (TAN)

SHARE
Previous articleROBOTIC SURGERY
Next articleCT SCAN VS MRI