Ereksi Berlangsung Terlalu Lama, Apa Penyebabnya?

136

Ereksi yang berlangsung lama tanpa adanya stimulasi seksual yang memadai dapat merupakan gejala dari suatu gangguan ereksi yang disebut dengan priapismus. Priapismus merupakan suatu keadaan di mana ereksi terus berlangsung dalam waktu lebih dari 4 jam, tanpa adanya stimulasi seks, baik secara fisik maupun psikologis. Terdapat 3 jenis priapismus berdasarkan pada penyebabnya, yaitu iskemik, non iskemik, dan intermiten.

Priapismus Iskemik

Priapismus iskemik terjadi saat darah yang masuk ke dalam penis saat ereksi berlangsung tidak dapat keluar lagi dari dalam penis. Priapismus jenis ini merupakan jenis yang paling sering terjadi dan seringkali terjadi akibat efek samping suatu obat-obatan, terutama obat untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Penggunaan obat dengan dosis yang berlebihan atau tidak tepat atau kombinasi antara obat tersebut dengan obat-obatan lainnya atau adanya gangguan kesehatan lain yang tidak diketahui oleh pengguna dapat menyebabkan terjadinya priapismus.

Beberapa obat-obatan lainnya yang tidak berhubungan dengan disfungsi seksual yang juga dapat menyebabkan terjadinya priapismus iskemik adalah obat tidur atau obat anti depresi.

Priapismus Non Iskemik

Priapismua non iskemik merupakan suatu keadaan di mana ereksi terus berlangsung karena terlalu banyak darah yang masuk ke dalam penis. Hal ini biasanya terjadi pada pria yang pernah mengalami trauma pada penis, kantong zakar, atau area panggul. Trauma ini menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah arteri pada daerah kemaluan.

Priapismus jenis ini biasanya tidak terlalu nyeri, yang seringkali membuat penderitanya tidak langsung mencari pertolongan medis dan mengira ereksi akan menghilang dengan sendirinya.

Priapismus Intermiten

Priapismus intermiten merupakan suatu keadaan di mana priapismus kembali terjadi (kambuh) dan biasanya terjadi pada saat seorang pria baru bangun dari tidur dengan keadaan ereksi, di mana ereksinya akan terus berlangsung dalam waktu lama.

Memang benar hampir semua pria akan mengalami ereksi saat mereka terbangun, akan tetapi pada priapismus intermiten, ereksi akan terus berlangsung sepanjang hari.

Ereksi berkepanjangan ini dapat berlangsung selama beberapa hari dan kemudian kembali menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti gangguan ereksi ini telah teratasi.

Kunci terpenting dalam penanganan priapismus adalah penanganan secepatnya. Apapun jenis priapismus yang Anda alami, gangguan ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya.

Sumber: womenshealthmag