ETIKA BATUK

7

TB Paru masih terus menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di negara berkembang. Terjadinya penularan TB Paru salah satunya perilaku buruk penderita itu sendiri yang meludah sembarangan, tidak menutup mulut saat batuk dan tidak menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain. Terjadinya perilaku yang kurang baik dikarenakan kurangnya pengetahuan penderita TB Paru. Diperlukan penerapan cara batuk yang baik dan benar dalam meminimalkan penularan penyakit TB Paru.

Etika batuk diperuntukkan untuk anda yang sedang batuk maupun bersin. Seperti yang kita ketahui bersama, saat anda batuk dan bersin anda dapat mengeluarkan kuman dalam jumlah ribuan hingga jutaan ke udara. Saat yang sama orang yang berada disekitar kita menghirup udara yang sudah mengandung kuman yang kita hamburkan melalui batuk maupun bersin, sehingga untuk penyakit yang menular melalui udara menjadi rentan untuk ditularkan ke orang lain.

Etika batuk perlu untuk diketahui, karena dari hal ini telah bertindak dalam proses pencegahan infeksi. Mungkin saat batuk, kita akan menutup mulut dengan telapak tangan. Tujuan kita mungkin baik, namun belum tentu benar dan justru cara ini akan menjadi media penyebaran infeksi yang cepat. Dengan menutup telapak tangan, tanpa sadar kita telah memindahkan bakteri dari telapak tangan kita ke orang lain melalui bersentuhan atau bersalaman.

Batuk sendiri merupakan salah satu gejala atau tanda yang sering dialami setiap orang. Baik karena adanya iritan sepertiasap debu, maupun benda asing di saluran napas, atau gejala dari suatu penyakit seperti influenza, bronkitis, TBC dan beberapa penyakit lain.

Menariknya dari sisi kesehatan, batuk memiliki etiket tanpa memandang apakah batuk tersebut disebabkan oleh gejala dari suatu penyakit menular atau hanya merupakan refleks pertahanan tubuh akibat adanya benda asing atau iritan. Berikut adalah etiket batuk yang baik dan benar.

Jika kita ingin batuk, segeralah ambil tisu untuk menutupi tidak hanya mulut kita tetapi juga hidung kita. Langsung buang tisu setelah digunakan menutup mulut dan hidung yang kita gunakan saat batuk ke dalam tempat sampah.

Karena batuk merupakan refleks yang tidak dapat dikontrol, ada kalanya kita tidak dalam kondisi memegang atau membawa tisu. Batuklah pada bagian lengan atas kita. Jangan pada telapak tangan kita. Mengapa? Bagian lengan atas merupakan bagian yang jarang melakukan kontak baik dengan benda (seperti gagang pintu, alat makan, atau telepon) maupun orang lain seperti saat jabat tangan.

Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika sabun dan air tidak tersedia, kita dapat menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol dengan konsentrasi alkohol setidaknya 60%.

Mengapa batuk harus pakai etiket?

Etika batuk hanya memiliki satu tujuan, yaitu untuk mengendalikan penyebaran infeksi yang terjadi saat batuk. Tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga dikantor, sekolah, pusat keramaian maupun rumah Anda.

Batuk yang disebabkan adanya iritan mungkin tidak mengandung kuman berbahaya. Namun, kuman atau flora normal yang ada di dalam rongga mulut yang dikeluarkan saat batuk, besar kemungkinan akan membentuk koloni yang dapat memicu infeksi.

Terakhir, gunakan masker jika kita batuk atau berada didekat orang batuk. Cobalah untuk menjauhkan diri dari orang lain saat kita batuk sehingga kita tidak menyebarkan kuman. Jika batuk terkait gejala penyakit, ada baiknya kita beristirahat di rumah dan menghindari tempat ramai seperti kantor dan sekolah bila memungkinkan.

Jadi, tutupi batuk kita untuk mencegah penularan kuman yang dapat memicu penyakit bagi kita dan orang sekitar kita. Aturan ini juga berlaku saat kita bersin. (NP)

Referensi :

  1. Kemenkes RI. Laporan Situasi Terkini Perkembangan Tuberculosis di Indonesia Tahun 2011. Jakarta, 2011
  2. Widoyono. Penyakit Tropiss; Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasan. Edisi kedua. Erlangga.2011