Fakta Menarik Mengenai Teh dan Berat Badan

320
Aerial view of hot tea drink

Tahukah Anda bahwa dengan mengkonsumsi teh setiap harinya berat badan Anda dapat menurun? Bila tidak ditambahkan dengan berbagai jenis pemanis, teh sebenarnya sama dengan air putih, yaitu sama sekali tidak mengandung kalori.

Walaupun berbagai jenis teh berasal dari daun teh, akan tetapi perbedaan metode pemrosesannya akan memghasilkan berbagai jenis teh, yang juga memiliki kadar kafein yang berbeda-beda, sehingga memiliki manfaat yang sedikit berbeda-beda bagi kesehatan manusia. Akan tetapi, semua jenis teh memiliki satu manfaat yang sama, yaitu dapat membantu menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Kobe University di Jepang menemukan bahwa mengkonsumsi teh secara teratur dapat membantu mengatasi “efek menggemukkan” dari makanan siap saji.

Bila Anda sedang berusaha untuk menurunkan berat badan, di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis teh dan bagaimana mereka dapat membantu usaha Anda untuk menurunkan berat badan.

 

Teh Hitam

Teh hitam merupakan teh yang mengandung paling banyak kafein, walaupun tetap lebih sedikit daripada kopi. Teh hitam juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang dikenal dengan nama polifenol dan berbagai jenis zat yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 di Boston University menemukan bahwa mengkonsumsi teh hitam dapat membantu mengatasi gejala penyakit jantung koroner.

 

Teh Hijau dan Teh Putih

Baik teh hijau maupun teh putih mengandung kafein yang lebih sedikit dibandingkan dengan teh hitam dan teh oolong. Tetapi, keduanya juga mengandung berbagai jenis antioksidan yang sangat kuat yang dapat mencegah pembentukan sel kanker dan terjadinya gangguan jantung. Selain itu, kedua jenis teh ini juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.

Teh hijau juga dapat sangat membantu Anda yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan teh hijau telah terbukti dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.

Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa tikus percobaan yang menderita diabetes dan diberikan teh hijau akan mengalami penurunan berat badan dan memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus percobaan lain yang tidak diobati dengan teh hijau. Penelitian lainnya menemukan bahwa pemberian teh hijau pada tikus percobaan yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak terbukti dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil.

 

Teh Oolong

Teh oolong sebenarnya merupakan salah satu jenis dari teh hijau yang mengandung kafein yang lebih sedikit. Selain itu, teh oolong juga mengandung banyak polifenol dan katekin, sejenis antioksidan yang telah diketahui dapat membantu mengatasi proses peradangan di dalam tubuh.

Teh oolong juga dapat membantu mengatur kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme tubuh hingga 10% dalam waktu 2 jam setelah dikonsumsi. Beberapa penelitian baru lainnya menemukan bahwa teh oolong juga cukup efektif untuk mengatasi obesitas dan mengkonsumsi teh oolong secara teratur dapat menyebabkan penurunan berat badan dan perbaikan metabolisme tubuh.

 

Sumber: rodalewellness