Faktor Resiko Terjadinya Stroke

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

338

Stroke terjadi ketika pembuluh darah otak mengalami penyumbatan atau pecah. Akibatnya, terjadi penghentian aliran darah ke bagian otak tersebut, yang menyebabkan jaringan otak kekurangan oksigen dan glukosa. Jika penghentian ini hanya terjadi dalam waktu singkat, jaringan otak masih dapat dipulihkan. Tetapi bila penghentian ini terjadi selama 3 atau 4 menit, maka dapat terjadi kematian pada jaringan otak di bagian tersebut, yang menyebabkan kerusakan permanen jaringan otak.

Klasifikasi Stroke

Stroke Iskemik

Sekitar 80% stroke yang terjadi adalah stroke iskemik. Stroke jenis ini terjadi akibat adanya penyumbatan pembuluh darah otak oleh bekuan darah yang menyebabkan penghentian aliran darah ke otak.

Stroke Hemoragik

20% stroke yang terjadi adalah stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah lemah di otak. Saat pembuluh darah ini pecah, dapat terjadi kerusakan pada jaringan otak di sekitar pembuluh darah tersebut. Stroke hemoragik merupakan jenis stroke yang lebih berat.

 

Faktor Resiko Stroke

Terdapat 2 jenis faktor resiko stroke, yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Faktor resiko yang dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang masih dapat dimodifikasi untuk mengurangi resiko stroke, seperti tekanan darah tinggi maupun hiperkolesterolemia yang dapat ditangani dengan mengkonsumsi obat-obatan dan merubah gaya hidup.
Sedangkan, faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan adalah berbagai hal yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, ras, atau jenis kelamin.

Faktor Resiko yang Dapat Dikendalikan

Aterosklerosis
Plak lemak yang terbentuk di dalam dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penyumbatan atau mempersempit lumen pembuluh darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan stroke.

Hiperkolesterolemia

Tingginya kadar kolesterol di dalam darah dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan aterosklerosis.

Diabetes

Para penderita diabetes mempunyai resiko terkena stroke yang lebih tinggi dikarenakan oleh berbagai komplikasi diabetes, seperti tekanan darah tinggi, hiperkolesterolemia, dan penyakit jantung.

Alkoholisme

Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan peningkatan resiko stroke. Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi 1 gelas per hari pada wanita, dan 2 gelas pada pria.

Usia

Stroke dapat terjadi pada semua umur, bahkan pada anak-anak. Akan tetapi, lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Setiap penambahan 10 tahun setelah berumur 55 tahun, terdapat peningkatan resiko stroke sebanyak 2 kali lipat.

Ras

Kematian akibat stroke lebih banyak terjadi pada orang Afrika-Amerika daripada orang kulit putih, karena mereka mempunyai resiko lebih tinggi menderita tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas.

Riwayat Stroke atau Serangan Jantung Sebelumnya

Resiko mengalami serangan stroke lebih tinggi pada orang yang pertama mengalami serangan stroke sebelumnya atau pada orang yang pernah mengalami serangan jantung.

Kelainan Pembuluh Darah

Resiko terjadinya stroke hemoragik meningkat pada orang dengan aneurisma (pelebaran pembuluh darah) pembuluh darah otak. Selain itu, malformasi arteriovenosa (adanya suatu hubungan abnormal antara arteri dan vena) juga merupakan salah satu penyebab terjadinya stroke hemoragik.

Patent Foramen Ovale

Patent foramen ovale adalah adanya suatu lubang yang menghubungkan antara jantung kiri dan kanan. Kelainan ini biasanya tidak bergejala dan mengenai sekitar 15-20% orang. Akan tetapi, kelainan ini meningkatkan resiko terjadinya stroke melalui masuknya bekuan darah melalui lubang tersebut, yang kemudian akan sampai ke otak dan menyebabkan terjadinya stroke.
Penderita patent foramen ovale dapat terkena stroke walaupun tidak memiliki faktor resiko stroke lainnya.