Filariasis: Cacingan Yang Disebarkan Oleh Nyamuk

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

262

Seperti yang kita tahu, nyamuk sangat sering dihubungkan dengan penyakit virus seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Chikungunya. Ternyata, terdapat penyakit lain yang penyebabnya juga dibawa oleh nyamuk, yaitu Filariasis atau yang sering disebut sebagai ‘kaki gajah’. Filariasis ini rupanya masih dinyatakan sebagai neglected tropical diseases (penyakit tropis yang terabaikan) oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2012. Ternyata, penyakit cacingan tidak hanya menyerang saluran pencernaan, namun juga bisa menyerang saluran limfatik seperti filariasis ini. Bagaimana penjelasannya?

Tiga Cacing Penyebab Filariasis dan Daerah Penyebarannya

Filaria adalah salah satu sebutan stadium larva dari daur hidup cacing. Terdapat tiga jenis filaria yang menyebabkan filariasis di saluran limfe manusia, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Daerah penyebaran cacing ini dapat dibedakan. Wuchereria bancrofti tersebar luas di daerah tropis dan subtropis di Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa. Di Indonesia sendiri, ada 26 provinsi yang termasuk dalam daerah endemis filariasis (daerah yang sepanjang tahun selalu ditemukan kasus filariasis). Sebanyak 6 juta orang Indonesia sudah terinfeksi filariasis, baik yang hidup di perkotaan maupun pedesaan. (Soedarto, 2016)

Sedangkan dua jenis lainnya, Brugia malayi dan Brugia timori, hanya tersebar di Asia. Brugia malayi ditemukan mulai dari India, Asia Tenggara, hingga ke Jepang. Brugia timori hanya dijumpai di Indonesia bagian timur (Nusa Tenggara Timur) dan Timor Leste. Kedua cacing Brugia ini tersebar di daerah pedesaan.

Penularan Filariasis oleh Nyamuk

Yang menimbulkan infeksi penyakit filariasis adalah stadium larva mikrofilaria atau singkatnya disebut filaria. Filaria ketiga cacing di atas ditularkan oleh perantara nyamuk yang berbeda. Wuchereria bancrofti ditularkan oleh sebagian besar nyamuk, yakni dari golongan Culex (nyamuk yang sering ditemui di rumah perkotaan), Aedes (nyamuk yang biasa menyebarkan virus DBD), dan Anopheles (nyamuk yang biasa menyebarkan malaria). Sedangkan kedua filaria Brugia biasa dibawa oleh nyamuk Anopheles dan Mansonia.

Filariasis dapat timbul bila darah kita terisap oleh salah satu nyamuk tersebut yang membawa filaria dalam alat tusuknya. Nyamuk Aedes biasa mengisap darah pada waktu pagi hingga siang hari. Nyamuk Anopheles, Culex, dan Mansonia aktif mencari darah pada malam hari.

Gejala Penyakit Filariasis

Mikrofilaria atau larva cacing akan tumbuh menjadi cacing dewasa di pembuluh limfe dan menyebabkan peradangan (limfangitis). Setelah terjadi peradangan, cacing dewasa yang mati akan menimbulkan penyumbatan pada pembuluh limfe sehingga cairan limfe tertahan dan menimbulkan bengkak.

Pada infeksi cacing Wuchereria bancrofti, organ yang bisa mengalami pembengkakan adalah:

  • kedua kaki
  • kedua lengan
  • payudara
  • buah zakar
  • vulva vagina
  • apabila saluran limfe dalam ginjal pecah, cairan limfe dapat masuk ke saluran kemih sehingga menimbulkan kencing yang berwarna putih seperti susu.

Pada infeksi cacing Brugia, gejala pembengkakan biasanya hanya ditemukan di kedua tangan dan kedua kaki, serta tidak ditemukan gejala berupa kencing seperti susu.

Pengobatan dan Pencegahan Filariasis

Untuk ketepatan terapi, dibutuhkan diagnosis dan pengawasan pengobatan dari dokter. Oleh karena itu, segera hubungi dokter apabila ditemukan gejala-gejala seperti yang telah disebut di atas. Memeriksakan kondisi tersebut pada dokter dapat berdampak besar pada kehidupan setelah sembuh, karena apabila telah terjadi pembengkakan tingkat lanjut, komplikasi filariasis hanya dapat diatasi melalui pembedahan.

Pencegahan filariasis dapat dilakukan dengan memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk, yakni dengan gerakan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) dan menggunakan repellent (lotion antinyamuk) atau kelambu pada waktu tidur. (SBD)

Sumber:

Soedarto.2016.Buku Ajar Parasitologi Kedokteran: Handbook of Medical Parasitology Second Edition. Jakarta: Sagung Seto.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store