FLAKKA, NARKOBA MURAH DENGAN EFEK BERBAHAYA

80

Flakka sering dianggap sebagai kombinasi dari heroin dan kokain, atau heroin dan sabu (metamfetamin). Faktanya, flakka adalah obat psikoaktif sintesis jenis Amphetamine Type Stimulants (ATS). Flakka mengandung senyawa katinona, atau alpha-pyrrolidinopentiophenone (alpha PVP). Alpha PVP adalah narkotika sintesis yang dibuat dari Tiongkok dan sudah ditemukan sejak tahun 1960. Alpha PVP memiliki efek stimulan seperti sabu dan kokain, tetapi efek stimulan yang dihasilkannya bisa 10 kali lebih kuat dibandingkan kokain.

Di Indonesia, flakka termasuk pendatang baru. Namun, narkoba ini sudah tercantum dalam Permenkes nomor 2 tahun 2017 dengan nama kimia alfa PVP sebagai salah satu jenis narkoba berbahaya yang peredarannya dilarang. Flakka merupakan narkoba dengan harga yang murah, yaitu hanya dibanderol sekitar Rp 42 ribu sampai Rp 73 ribu. Selain murah, efek flakka juga jauh lebih kuat daripada kokain. Tak heran jika banyak pecandu narkoba yang jadi beralih menggunakan narkoba jenis ini.

Penggunaan pertama kali dalam dosis kecil (<100 miligram) hanya sebatas menimbulkan efek euforia, perubahan perilaku, dan perubahan suasana hati umum layaknya efek narkoba jenis stimulan lain seperti kokain dan sabu. Efek tersebut datang dari lonjakan hormon dopamin dan norepinefrin secara berlebihan setelah mengonsumsi zat stimulan.

Secara umum, berikut ini beberapa efek flakka dalam jangka pendek:

  • Perasaan gembira yang berlebih
  • Jantung berdebar-debar
  • Napas memburu atau terengah-engah
  • Tekanan darah meningkat
  • Gelisah
  • Tidak bisa diam
  • Mengigau
  • Sensitivitas luar biasa terhadap sentuhan, suara, dan penglihatan

Sama seperti narkoba jenis lainnya, flakka yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan. Bahkan, kecenderungan kecanduan Flakka jauh lebih tinggi daripada jenis stimulan lain. Semua efek dari flakka bisa dirasakan langsung segera setelah konsumsi pertama dengan dosis rendah.

Efek jangka panjang dari flakka sejauh ini belum dapat dipastikan karena narkotika ini termasuk “anak baru” yang belum banyak diteliti lebih lanjut. Selain resiko overdosis, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa obat ini berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, dosis flakka yang lebih kuat juga berpotensi menyebabkan pemakainya mengalami hipertermia. Peningkatan suhu yang ekstrem ini dapat menyebabkan komplikasi fisik yang parah, seperti kerusakan otot dan ginjal akibat dehidrasi parah.

Dalam kasus kecanduan yang parah, penggunanya bisa masuk pada fase delirium ekstrim. Fase ini menyebabkan penderitanya mengalami kebingungan parah dan tidak mampu berpikir jernih. Ketika berada di fase delirium, pemakai flakka akan cenderung menunjukkan perilaku agresif dan merusak yang bisa mencelakai dirinya sendiri atau orang lain. Misalnya mengamuk, memukul dan menjerit-jerit histeris, bahkan dapat mengalami kejang.

Fase delirium inilah yang membuat penderitanya juga seringkali terlihat seperti zombie alias mayat hidup. Sejumlah laporan kepolisian lokal di berbagai negara bagian di Amerika Serikat menemukan orang-orang pemakai flakka yang menggeliat-geliat di lantai dengan mata tergulung ke belakang, seperti zombie. (RD)

Sumber:

  1. Flakka: teens may be ingesting this dangerous drug without knowing it. 2019. Available at https://www.healthline.com/health-news/what-is-flakka-and-is-your-teen-using-it
  2. Flakka. Available at https://www.medicinenet.com/flakka/article.htm