Flu Burung: Lebih Mematikan Dari Flu Biasa

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

63

Flu burung atau avian influenza merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus (H5N1) dan ditularkan melalui hewan ke manusia (zoonosis), umumnya melalui unggas. Penyakit ini merupakan penyakit mematikan bagi unggas dan mamalia termasuk manusia. Sejak ditemukannya kasus pertama pada manusia tahun 1997, flu burung telah membunuh hampir 60% orang yang terinfeksi.

Infeksi flu burung ditularkan ke manusia ketika sejumlah virus masuk ke mata, hidung, atau mulut seseorang. Penularan ini dapat terjadi ketika virus berada di udara (dalam bentuk droplet atau debu) dan kemudian terhirup, atau ketika seseorang menyentuh barang yang telah terkena air liur, lendir, atau feses unggas dan kemudian menyentuh mulut, mata atau hidung mereka. Penyakit ini pada manusia berkisar dari derajat ringan hingga berat. Penyebaran virus antar manusia sangat jarang terjadi. Tetapi terdapat sebagian kecil kasus dimana pada kontak erat, infeksi ini ditularkan dari orang yang terinfeksi ke orang lain.

Per tanggal 27 Agustus 2015, 844 kasus flu burung telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan 449 kematian. Di Indonesia kasus flu burung pada manusia pertama kali dilaporkan pada tahun 2005, telah tercatat lebih dari 130 kasus flu burung dan lebih dari 110 korban meninggal di Indonesia, yang merupakan angka paling tinggi di dunia. Flu burung paling banyak menginfeksi orang berusia 10-39 tahun. 50% kasus dilaporkan terjadi pada usia <20 tahun, dan 40% kasus pada usia 20-40 tahun.

Gejala pernapasan seperti flu pada umumnya adalah presentasi yang paling umum dari flu burung, dahaknya terkadang berdarah. Gejala lain berupa demam dengan suhu> 38 ° C, diare berair tanpa darah, muntah, nyeri perut, atau terdapat gejala infeksi otak. Faktor resiko pada orang yang melakukan perjalanan (dalam 2 minggu terakhir) atau tinggal di negara yang dilaporkan memiliki kasus flu burung pada hewan atau manusia; memiliki riwayat kontak terhadap burung terutama yang tinggal berdekatan dengan burung, kontak dengan unggas yang sakit atau mati, atau konsumsi daging unggas yang tidak dimasak dengan baik; memiliki riwayat kontak dengan orang yang terinfeksi flu burung, terutama keluarga.

Pencegahan infeksi virus flu burung adalah dengan menghindari sumber pajanan, yaitu kontak dengan unggas peliharaan yang sakit/mati, kontak dengan unggas liar, kontak dengan permukaan yang terkena air liur, lendir, atau feses unggas, atau kontak erat dengan orang yang terinfeksi flu burung. Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan terutama sebelum dan sesudah memegang makanan, menutup mulut pada saat bersin dengan tisu lalu membuangnya, menghindari tempat umum jika sedang sakit dan menggunakan masker, dapat mengurangi resiko penularan. Orang yang pernah kontak dengan unggas yang terinfeksi dapat diberikan obat antivirus secara preventif (untuk mencegah infeksi pada orang yang telah terpapar virus). Vaksin yang saat ini tersedia dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi virus influenza, meskipun tidak spesifik untuk mencegah avian influenza A. (BEL)

Sumber:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Avian Influenza A Virus Infections in Humans. Available at: https://www.cdc.gov/flu/avianflu/avian-in-humans.htm
  2. Centers for Disease Control and Prevention. 2017. Prevention and Treatment of Avian Influenza A Viruses in People. Available at: https://www.cdc.gov/flu/avianflu/prevention.htm
  3. World Health Organization. 2018. Influenza (Avian and Other Zoonotic). Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(avian-and-other-zoonotic)
  4. Bennett, NJ. & Domachowske, J. 2018. Avian Influenza. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/2500029-overview#showall
  5. UNICEF Indonesia. Sekilas – Flu Burung. Available at: https://www.unicef.org/indonesia/id/health_nutrition_7194.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store