Gagal Ginjal: Penyakit Serius Yang Mengancam Produktivitasmu!

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

172

Saat ini gagal ginjal masih merupakan sebuah penyakit yang menjadi “momok” dalam masyarakat. Opini yang beredar, gagal ginjal pasti akan berakhir pada cuci darah (dialisis). Benarkah demikian? Sebelum menjawabnya, mari kita kenali organ penting ini terlebih dahulu. Ginjal merupakan satu dari 3 organ vital manusia selain jantung, otak, dan hati yang saling terkait fungsinya. Letaknya yang di sisi belakang atas di bawah tulang rusuk membuat keluhan tubuh di sekitar posisi ini sering dikaitkan dengan gangguan ginjal, walaupun tidak sepenuhnya benar sebelum ada diagnosa medis yang akurat.

Gagal ginjal sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu gagal ginjal akut dan kronis. Perbedaannya terletak dari penyebabnya, faktor resiko, jenis terapi, serta prognosisnya. Gagal ginjal berarti ginjal tidak dapat menyaring limbah dalam darah. Gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh penyakit atau kondisi klinis yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara agresif sehingga berada dalam kondisi dehidrasi berat, misalnya muntaber yang berat, leptospirosis, dan pendarahan akut. Namun, gagal ginjal akut biasanya masih dapat diperbaiki atau bersifat reversible, lain dengan gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik biasanya didahului oleh penyakit lain yang tidak mendapatkan pengobatan secara optimal. Tekanan berlebih yang dialirkan jantung melalui pembuluh darah besar maupun kecil dapat merusak organ tubuh, termasuk ginjal. Karena itulah, hipertensi dan diabetes adalah factor resiko utama terjadinya gagal ginjal kronis. Gejala gagal ginjal ini bervariasi dan dapat tampak sebagai manifestasi gangguan pada organ lain, misalnya timbul gangguan pencernaan seperti mual dan muntah, sesak, sakit kepala, nyeri tulang, sampai anemia.

Dalam kondisi yang parah, penderita gagal ginjal harus melakukan cuci darah (hemodialisis). Proses cuci darah ini diperlukan untuk menggantikan tugas ginjal menyaring dan membersihkan darah.  Cuci darah biasanya dilakukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Hanya saja, ada berbagai masalah kesehatan yang ditimbulkan setelah proses cuci darah ini dilakukan. Efek samping tersebut membuat banyak penderita cuci darah enggan melakukannya kembali. Pasien gagal ginjal harus menjalani proses cuci darah seumur hidupnya. Proses ini bisa dilewati dan tak dilakukan kembali saat mereka melakukan transplantasi ginjal.

Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka. Saat Anda terjangkit penyakit ini, secara otomatis prodktivitas Anda akan terjun bebas. Karena itu, kendalikan gaya hidup Anda. Pola makan sehat, berolahraga teratur, menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat merusak ginjal, dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu mencegah terjadinya gagal ginjal. Tunggu apalagi, ayo sayangi ginjal kita mulai sekarang! (EDA/CM)

SUMBER:

  1. Penyebab Gagal Ginjal Kronis, https://www.alodokter.com/gagal-ginjal-kronis/penyebab
  2. Hadija S. Mengenal Penyakit Ginjal, Mulai dari Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan. https://www.cermati.com

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store