Gagal Jantung, Sindroma Yang Dapat Dikendalikan

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

165
Portrait of thoughtful serious senior businessman wearing glasses, holding his hand on chest, looking away

Gagal jantung adalah kondisi jantung tidak dapat memompa darah sesuai volume yang dibutuhkan oleh tubuh. Gagal jantung bukanlah suatu diagnosis penyakit, namun merupakan sekumpulan gejala karena kelainan jantung dan menimbulkan akibat ke sistem keseimbangan tubuh.

Secara normal, darah yang kaya dengan karbon dioksida mengalir dari seluruh tubuh dibawa oleh pembuluh darah vena dan masuk ke atrium kanan, kemudian ke ventrikel kanan dipompa ke paru-paru. Dari paru, darah yang kaya akan oksigen masuk kembali ke jantung melewati atrium kiri, kemudian ke ventrikel kiri dan dipompa ke seluruh tubuh.

Ada beberapa tipe gagal jantung, diantaranya adalah:

  1. Gagal jantung kanan, biasanya terjadi dengan adanya kerusakan di ventrikel Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan yang menyebabkan aliran balik ke paru dan jantung kanan sehingga merusak bagian jantung kanan dan terjadi penumpukan cairan/bengkak di kaki atau perut.
  2. Gagal jantung kiri, kelainan juga terletak pada ventrikel kiri yang tidak dapat memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gagal jantung kiri dapat berupa 2 jenis, yaitu gagal jantung karena gangguan kontraksi ataupun gangguan relaksasi. Gejala yang dapat terjadi adalah sesak saat beristirahat ataupun saat beraktivitas, terbangun secara tiba-tiba di malam hari karena sesak, dan biasanya lebih nyaman tidur dengan beberapa bantal.
  3. Congestive Heart Failure, merupakan tipe gagal jantung yang terjadi selama beberapa waktu, sering disertai dengan keluhan sesak dan bengkak di kaki dan paru-paru, yang akan menyebabkan sesak semakin memberat terutama ketika tidur terlentang.

Faktor risiko terjadinya gagal jantung diantaranya adalah

  1. Hipertensi/tekanan darah tinggi. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa ketika tekanan darah tinggi.
  2. Penyakit arteri koroner, keadaan ini merupakan penyempitan arteri sehingga kebutuhan jantung akan darah yang banyak mengandung oksigen terbatas
  3. Serangan jantung, yaitu penyakit jantung koroner yang terjadi secara mendadak, dapat menyebabkan kerusakan otot jantung.
  4. Diabetes Mellitus/kencing manis, meningkatkan risiko untuk mengalami tekanan darah tinggi dan penyakit arteri koroner.
  5. Kelainan jantung bawaan, jantung sudah mengalami kerusakan/kelainan fungsi sejak lahir
  6. Obesitas, menimbulkan risiko lebih tinggi untuk tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus
  7. Merokok dan minum alkohol, menyebabkan kelemahan pada otot jantung

Untuk mencegah terjadinya gagal jantung, risiko diatas harus diminimalisir. Faktor risiko, contohnya seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, dan penyakit arteri koroner dapat dikontrol dengan memperbaiki life style dan beberapa terapi obat. Pola hidup yang harus dikendalikan diantaranya adalah merokok, kontrol tekanan darah dan gula darah dengan cek rutin dan minum obat sesuai indikasi jika sudah mengalami tekanan darah tinggi dan kencing manis, aktif secara fisik dengan banyak berolahraga, makan makanan yang bergizi dan seimbang, mengurangi makanan yang mengandung garam, mengontrol berat badan, dan manajemen stres.

Meskipun tidak semua kondisi yang menyebabkan gagal jantung dapat diatasi, namun terapi untuk gagal jantung dapat mengendalikan  gejala dan tanda gagal jantung. Alangkah lebih baiknya lagi untuk mengendalikan faktor risiko agar dapat benar-benar terkontrol dan mencegah keadaan yang menyebabkan gagal jantung. (PAY/CM)

Sumber:

  1. https://mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-failure/symptoms-causes/syc-20373142
  2. heart.org/en/health-topics/heart-failure/what-is-heart-failure/types-of-heart-failure

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store