GANGGUAN KECEMASAN PADA REMAJA

66

Setiap orang terntu pernah merasakan kecemasan. Tidak jarang kecemasan menimbulkan berbagai keluhan fisik seperti sakit perut, pusing, mual, muntah, dan masih banyak lagi. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua perasaan cemas adalah perasaan yang wajar?

Cemas merupakah sebuah perasaan yang wajar, namun cemas yang berlebihan dan mengganggu hidup seseorang merupakan penyakit yang harus diwaspadai dan tidak dapat disepelekan. Salah satu kondisi cemas yang berlebihan, dalam ilmu kesehatan jiwa, disebut juga sebagai gangguan cemas.

Gangguan cemas merupakan gangguan yang sering dijumpai pada anak maupun remaja. Kondisi ini ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari.Gangguan kecemasan umumnya lebih sering muncul pada anak remaja putri dibandingkan remaja putra.

Penyebab

Pada umumnya kecemasan dipengaruhi oleh:

  • Faktor genetik,
  • Gangguan keseimbangan sinyal kimia dalam otak,
  • Perkembangan,
  • Psikologi,
  • Perilaku,
  • Lingkungan

Gangguan kecemasan pada remaja juga dapat disebabkan oleh berbagai masalah seperti kondisi ekonomi keluarga yang buruk, orangtua yang bercerai, ekspos terhadap media sosial, khawatir jika melakukan kesalahan, serta beberapa isu yang berkembang di masyarakat.

Gejala

Gejala-gejala kecemasan yang muncul dapat berbeda pada masing-masing orang. Gejala cemas yang muncul dapat bersifat fisik dan mental.

  • Gejala-gejala yang bersifat fisik diantaranya adalah: jari tangan dingin, detak jantung makin cepat, berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak, dada sesak.
  • Gejala yang bersifat mental adalah: ketakutan merasa akan ditimpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian, kebingungan, ketidakmampuan mengatasi masalah.

Penanganan Gangguan Kecemasan

Pengobatan yang efektif dalam mengatasi gangguan kecemasan, yaitu melalui psikoterapi dan pemberian obat.Psikoterapi seperti cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini merupakan metode yang paling efektif dalam menangani gangguan kecemasan umum. Melalui terapi ini, penderita akan mengenali dan memahami dampak masalah, perasaan, dan perilakunya terhadap satu sama lain.

Di samping metode terapi perilaku kognitif tersebut, pemberian obat yang tepat dan efektif juga berperan penting untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial. Pemberian obat harus sesuai dengan anjuran dokter.

Jika kecemasan tidak ditangani secara dini, maka akan berdampak buruk bagi prestasi anak disekolah. Sebagai orang tua sebaiknya mengenali gejala kecemasan yang timbul pada anak. Bila Anda menemui anak Anda dalam gejala cemas yang berlebihan, Anda dapat membantunya dengan mendengarkan perasaan mereka dan membantu mereka bernapas lebih perlahan. Napas perlahan dan dalam dapat menenangkan perasaan dan mengurangi kecemasan. Tidak kalah penting, konsultasikan dengan dokter jika Anda mendeteksi gejala kecemasan yang berlebihan terhadap anak Anda.(PP/STE)

Referensi

Sadock JB, Sadock AV, Ruiz P. Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry (11th ed). Philadelphia: Wolters Kluwer, 2015; p. 552-99.

Gunarsa V. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: Gunung Mulia; 2008